Gaya Hidup Sehat Menurunkan Risiko Stroke Sebesar 50%
Menurut Journal Neurology gaya hidup sehat pada wanita dapat mengurangi 50% resiko stroke. Setidaknya terdapat 795.000 warga AS yang terserang stroke per tahunnya di Amerika. Stroke menjadi penyebabutama kematian keempat, yang menewaskan hampir 130.000 orang Amerika setiap tahunnya. Diet dan faktor gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, obesitas, konsumsi alkohol tinggi dan merokok dapat meningkatkan risiko stroke. Menurut Susanna Larsson C., PhD, dari Karolinska Institutet di Stockholm, Swedia, beberapa studi telah melihat bagaimana diet sehat dan pola hidup sehat sangat berpengaruh pada resiko stroke.
Dengan pemikiran ini, tim menganalisis diet dan gaya hidup dari 31.696 wanita berusia rata-rata 60 yang merupakan bagian dari Swedia Mammography Cohort. Para wanita menyelesaikan kuesioner 350 item dengan menuliskan pola diet dan kebiasaan gaya hidup mereka dengan studi dasar. Para peneliti mencatat bahwa semua wanita bebas dari kanker dan penyakit kardiovaskular pada tahapan awal.
Penelitian terus berlanjut sampai dengan 10 tahun, lalu melihat bagaimana lima faktor gaya hidup sehat mempengaruhi resiko stroke :
-
Diet sehat (diartikan sebagai makanan yang direkomendasikan dimakan lebih dari 50% nilai yang diukur dari seberapa sering mereka konsumsi buah, sayur serta susu rendah lemak).
-
Tidak merokok.
-
Konsumsi alkohol hanya sedangs aja (3-9 sloki kecil/minggu).
-
Olahraga teratur (berjalan atau bersepeda selama minimal 40 menit sehari, ditambah olahraga lebih kuat selama setidaknya 1 jam seminggu).
-
BMI sehat (berat badan dengan rentang indeks tidak lebih dari 25).
Hasil studi ditemukan bahwa hanya 589 perempuan yang mengikuti semua lima faktor gaya hidup sehat, sedangkan 1.535 wanita tidak mengikutinya. Sisanya mengikuti 2-3 dari lima faktor tersebut. Dan terbukti kelima faktor gaya hidup sehat mampu mengurangi risiko stroketotal sebesar 54%.
Selama tindak lanjut, ada 1.554 kasus stroke, termasuk 1.155 infarkserebral (sejenis stroke iskemik yang menyumbang 80-85% stroke), 246 stroke hemoragik dan stroke 153 yang tidak dapat dijelaskan. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengikuti semua lima faktor gaya hidup sehat mempunyai risiko terhadap keseluruhan risiko stroke sebesar 54% selain itu juga mempunyai risiko rendah 62% dari infark serebral, dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak mengikuti pola hidup sehat. Risiko stroke total dan risiko infark serebral terkurangi dengan mengikuti faktor-faktor tersebut.
Menurut Susanna C. Larsson, penulis studi ini konsekuensi stroke biasanya menghancurkan dan tidak dapat diubah, sehingga pencegahan sangat penting. Hasil ini menarik karena mereka menunjukkan bahwa diet yang sehat dan gaya hidup secara substansial dapat mengurangi risiko stroke dan ini adalah pilihan gaya hidup yang orang dapat memperbaiki.
Sumber : MedicalNewsToday
(ast/bt)