You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Gaya Hidup Modern Mempengaruhi Kesuburan

Gaya Hidup Modern Mempengaruhi Kesuburan

couple1Infertilitas atau kesuburan sudah menjadi bahasan yang umum dewasa ini. Hal ini disebabkan karena banyaknya kasus infertilitas pada pasangan suami istri. Pada era modern seperti sekarang ini ditemukan 1 dari 10 pasangan usia reproduktif cenderung mengalami Sulit Hamil.

Rasio ini meningkat terutama di kota-kota metropolitan, terlebih pada pasangan yang bekerja. Setidaknya ada dua alasan yang berhubungan dengan infertilitas yaitu :

  • Wanita berusaha untuk hamil ketika mereka lebih tua

Wanita modern sekarang ini cenderung berorientasi pada karir dan memutuskan untuk menikah di usia yang matang dan umumnya di usia 30-an. Sayangnya, kemampuan wanita dalam menghasilkan sel telur yang subur menurun drastis setelah mencapai usia 30-an.

Setiap wanita mempunyai bank telur yang sudah ada sejak lahir. Pada saat pertama kali menstruasi, seorang wanita memiliki sekitar 300.000 hingga 500.000 sel telur, dan akan habis ketika mencapai usia menopause.Berbeda dengan pria yang mampu menghasilkan sel sperma baru setiap bulan. Setelah usia 35, terjadi penurunan tajam dalam kualitas sel telur, sehingga lebih sulit bagi perempuan untuk hamil.

  • Hidup dalam suasana yang stres dan tidak sehat

Pasangan yang hard worker, menjadi sangat ambisius dan memiliki kecenderungan untuk mengalami cemas dan stress dengan mudah. Gaya hidup stress membuat pasangan melakukan kebiasaan seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol, yang menghambat kualitas sperma dan sel telur sehingga mengurangi kesempatan si istri untuk hamil. Dengan ketidakseimbangan kehidupan, pola makan pasangan modern pun tidak menentu. Mereka cenderung ngemil banyak dan mengkonsumsi makanan cepat saji tanpa melakukan olahraga. Gaya hidup yang tidak sehat ini menyebabkan obesitas dan diabetes, yang mengurangi kemungkinan hamil. Selain itu, jika si istri hamil pun akan berisiko tinggi seperti keguguran atau cacat bawaan.

Solusi pasangan modern hamil?

Jam biologis seorang wanita harus dipertimbangkan dan dihormati. Pasangan yang ingin memiliki anak, terlebih dahulu menikah di usia 20-an atau terakhir di awal 30-an. Banyak wanita yang memiliki anak di usia tersebut, berhasil mencapai keseimbangan yang sehat antara karir dan keluarga. Tentu saja dukungan dari suami dan keluarga memainkan peran dalam upaya ini.

gaya-hidup-sehat-untuk-meningkatkan-kesuburan-pria-300x284Untuk hamil cepat, pasangan harus menjalani hidup santai dan bahagia. Terapi relaksasi, yoga dan meditasi dapat terbukti sangat bermanfaat bagi pasangan, karena dapat membantu meringankan beberapa stres yang dihadapi. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan merokok harus dihindari. Pasangan suami istri harus menjalani hidup disiplin dan mengkonsumsi makanan yang sehat dengan meminimalisasi gula, garam dan lemak, serta mengkonsumsi buah dan sayuran segar, dan 2 liter air setiap hari. Mereka harus berolahraga secara teratur dan aktif secara fisik.

Memiliki keturunan merupakan kebutuhan alami bagi manusia. Dengan mengikuti gaya hidup santai dan sehat, pasangan dapat dengan mudah memenuhi keinginan mereka untuk menjadi orang tua dari anak yang sehat.

Sumber : HealthMeUp

(vna/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top