You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Diet Protein Rendah Untuk Penyakit Ginjal kronik

Diet Protein Rendah Untuk Penyakit Ginjal kronik

high-protein-dietDengan berat hanya sekitar 150 gram atau sebesar kira-kira separuh genggaman tangan, ginjal memiliki fungsi sangat strategis dalam mempengaruhi kinerja semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang. Menurut ahli ginjal, penyakit ginjal disebut kronik jika kerusakannya sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan dan lewat pemeriksaan terbukti adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal. Gejala penyakit ini umumnya adalah tidak ada nafsu makan, mual, muntah, pusing, sesak nafas, rasa lelah, edema pada kaki dan tangan, serta uremia. Apabila hasil pemeriksaan Glomerulo Filtration Rate (GFR) atau tes kliren kreatinin (TKK) < 25 ml/ menit, maka diet khusus harus diberikan pada penderita yaitu diet rendah protein.

Tujuan diet penyakit ginjal kronik adalah untuk :

Diet ini bertujuan untuk mempertahankan status gizi optimal dengan memperhitungkan sisa fungsi ginjal, agar tidak memberatkan kerja ginjal. Selain itu mencegah dan menurunkan kadar ureum darah yang tinggi (uremia), serta mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.

Meskipun setiap pasien mendapat panduan dari ahli gizi tentang diet tersebut, tidak ada salahnya jika mausehat.com mencoba memberikan gambaran diet berikut ini :

  1. Bentuk makanan disesuaikan dengan kondisi pasien

  2. Energi 35 kkal/kg BB. Contoh misalkan berat badan Anda 55 kg, maka energi yang Anda butuhkan adalah 35 x 55 kg.

  3. Protein rendah yaitu 0,6-0,75g/kg BB.

  • Diet protein rendah I dengan protein 30 gram (1 potong kecil) diberikan kepada orang dengan BB 50 kg

  • Diet protein rendah II dengan protein 35 gram diberikan kepada orang dengan BB 60 kg

  • Diet protein rendah III dengan protein 40 gram diberikan kepada orang dengan BB 65 kg

  1. Rendah lemak dan diutamakan lemak tidak jenuh

  2. Karbohidrat 60-65% dari energi total. Porsi karbohidrat contohnya nasi seperti porsi biasa yaitu pagi 50 gram, siang 100 gram, dan malam 50 gram, usahakan jangan terlalu berlebih dan jangan sampai berkurang dari kebutuhan.

  3. Kebutuhan cairan harus seimbang antara cairan yang masuk dengan cairan yang keluar baik melalui keringat, pernapasan dan urine juga harus diperhitungkan.

  4. Kalium dibatasi jika terjadi hiperkalemia

  5. Garam dapur/ natrium dibatasi jika mengalami edema/ bengkak karena penumpukan cairan serta hipertensi (1/4 sendok teh perhari)

gejala-sakit-ginjal-2Bahan makanan yang dianjurkan adalah nasi, bihun, jagung, kentang, makaroni, mie, tepung-tepungan, singkong, ubi, selai, madu, permen, telur, daging, ikan, ayam, susu, minyak jagung, minyak kacang tanah, minyak kelapa sawit, minyak kedelai, margarin dan mentega rendah garam, semua sayuran dan buah, kecuali dengan buah yang mengandung kalium jika menderita hiperkalemia. Sedangkan bahan makanan yang tidak dianjurkan seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe dan tahu, kelapa, santan, minyak kelapa, margarin, mentega biasa dan lemak hewan.

Cara mengatur diet bagi penderita penyakit ginjal kronik seperti hidangkan makanan yang menarik sehingga menimbulkan selera makan, makanan diberikan porsi kecil, padat kalori dan sering misalnya 6 kali sehari, pilihlah sumber protein hewani dan nabati sesuai jumlah yang telah ditentukan, cairan lebih baik diberikan dalam bentuk minuman, masakan lebih baik dibuatkan tidak berkuah, seperti ditumis, dipanggang, dibakar atau dikukus, bila harus membatasi garam gunakanlah lebih banyak bumbu seperti gula, asam, dan bumbu dapur lainnya untuk menambah rasa.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sirop, madu, permen sangat baik untuk penambah energi tetapi tidak diberikan dekat dengan waktu makan karena dapat mengurangi nafsu makan, bila ada edema (bengkak di kaki), tekanan darah tinggi, perlu mengurangi garam dan bahan makanan sumber natrium lainnya seperti soda, kaldu instan, ikan asin, telur asin, dan makanan yang diawetkan, jumlah cairan yang masuk harus seimbang dengan cairan yang keluar. Ingat cairan yang berlebih bisa memberatkan kerja ginjal.

Sumber : dari berbagai sumber

(rsh/bt)

Baca juga :

7 Penyakit Menular yang Berjangkit di Musim Hujan

Pentingnya Mengelola Stress

Dilema Peralatan Rumah Tangga yang Serba Canggih

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top