Denyut Jantung Cepat Mempertinggi Resiko Kematian Dini
Penyakit jantung umumnya tidak bisa dicegah karena serangannya terjadi secara tiba-tiba sehingga terlambat mendapatkan pertolongan dan menyebabkan kematian.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa jika seseorang mempunyai denyut jantung yang lebih cepat, (tambahan 10 denyut jantung per menit) meningkatkan risiko kematian dini.
Denyut jantung istirahat rata-rata pada orang sehat adalah antara 60 – 100 denyut per menit (bpm), tetapi bagi para atlet profesional sekitar 40 bpm.
Pada mereka dengan denyut jantung istirahat lebih dari 80 bpm memiliki 45 persen risiko kematian dini lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mempunyai denyut jantung istirahat antara 60 sampai 80 bpm. Pada kelompok ini hanya memiliki 21 % risiko.
Untuk membuktikan ini Dr Zhang mengumpulkan 46 penelitian yang melibatkan 1,2 juta pasien dan 78.349 kematian dari semua penyebab. Mereka juga melihat 848, 320 pasien dan 25, 800 kematian akibat penyakit jantung.
Tim menemukan peningkatan linear di denyut jantung yang meningkatkan risiko kematian dini. Secara khusus, mereka menemukan risiko kematian dini sebesar sembilan persen dengan setiap kenaikan 10 bpm dari denyut jantung istirahat.
Risiko kematian akibat masalah kardiovaskular (serangan jantung, penyakit jantung dan stroke) juga meningkat sebesar delapan persen untuk setiap kenaikan 10 bpm denyut jantung istirahat.
Pada saat denyut jantung telah mencapai 90 bpm risikonya naik dua kali lipat. Ada peningkatan yang signifikan dari kematian akibat masalah jantung ketika jantung berdetak cepat.
Penelitian ini diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal.
Sumber : Dailymail
(rsh/bt)