Berdiri Dengan Satu Kaki, Uji Stroke yang Sederhana
Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Genomic Medicine di Kyoto University Graduate School of Medicine di Jepang menyatakan bahwa orang tua yang berjuang untuk menyeimbangkan posisi berdiri dengan satu kaki selama 20 detik terindikasi mempunyai kemungkinan stroke. Tes ini merupakan tes sederhana yang dapat mengidentifikasi stroke kecil atau perdarahan kecil di otak. Hingga saat ini stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian karena adanya penyumbatan aliran darah ke suatu bagian otak oleh gumpalan atau perdarahan.
Menurut Profesor Yasuharu Tabara (pemimpin studi) penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menyeimbangkan tubuh yang berdiri dengan satu kaki merupakan tes penting untuk kesehatan otak. Seseorang yang mengalami kesulitan dalam keseimbangan harus mendapat perhatian, karena kelemahan fisik ini mungkin menandakan adanya peningkatan risiko penyakit otak dan penurunan kognitif.
Penelitian ini diterbitkan di Stroke jurnal American Heart Association yang melibatkan 841 wanita dan 546 pria dengan usia rata-rata 67 tahun. Setelah para peserta berdiri dengan satu kaki, otak mereka dipindai dengan scan MRI untuk melihat pembuluh darah kecil di otak peserta. Hasilnya, beberapa di antara mereka yang sebelumnya mempunyai riwayat stroke ringan, sepertiganya mengalami gangguan keseimbangan.
Dr Richard Libman, kepala neurologi vaskular pada Sistem Kesehatan North Shore-LIJ di Manhasset, NY, mengatakan bahwa “Penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah kecil di dalam otak dapat menyebabkan stroke ringan atau sejumlah pendarahan kecil. Stroke ringan merupakan kontributor utama penurunan mental dan demensia, juga telah dikaitkan dengan berjalan dan kesulitan dalam keseimbangan hingga terjatuh. Para penulis studi ini telah merancang tes sederhana keseimbangan, yang tampaknya dapat mencerminkan penyakit pembuluh darah kecil pada otak.
Sumber : dailymail
(vna/bt)