You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Bakteri dan Keberadaan Lemak Coklat Berperan Dalam Penurunan Berat Badan

Bakteri dan Keberadaan Lemak Coklat Berperan Dalam Penurunan Berat Badan

turunkan-berat-badan-dengan-cara-iniManusia memiliki lemak putih dan lemak coklat. Lemak putih merupakan bantalan lemak dibawah kulit yang menyimpan kalori dan kelebihan energi. Sedang lemak coklat merupakan lemak yang membakar ekstra kalori, menghasilkan panas dan menurunkan berat badan. Meski belum ada penjelasan secara rinci tetapi keberadaan lemak coklat turut andil dalam penurunan berat badan, mencegah suhu dingin.

Pada hewan maupun manusia, lemak coklat akan terbentuk lebih banyak pada suhu dingin. Hal ini juga dibuktikkan pada sebuah studi dari the journal Cellfinds yang menemukan bahwa mikroba pada usus hewan tikus dapat berubah pada suhu dingin. Kondisi ini cukup untuk membakar lemak, pembentukan lemak coklat dan membantu menurunkan berat badan.

Para peneliti menempatkan para tikus dalam ruangan beriklim khusus selama satu bulan, secara bertahap semakin dingin sehingga mirip dengan di habitat musim dingin yang asli. Selain itu juga digunakan tikus dalam ruangan bersuhu biasa sebagai kontrol, lalu mengumpulkan sampel tinja dari keduanya.

Tikus yang berada pada suhu dingin mengalami penurunan berat badan, namun berhenti setelah beberapa hari kemudian karena tubuh sudah mampu beradaptasi. Pada tahap ini tikus mempunyai kalori yang lebih baik karena usus mampu menyerap makanan dengan baik. Suhu dingin mengubah kondisi usus, sehingga mendapatkan kalori lebih baik. Yang mengejutkan, komposisi bakteri usus bergeser. Mikrobiota berubah drastis ketika bersinggungan dengan suhu dingin.

Menurut Mirko Trajkovski dari University of Geneva di Switzerland, pergeseran bakteri ini mempengaruhi penurunan berat badan. Mereka lalu mengambil mikroba usus tikus yang terpapar suhu dingin lalu disuntikkan pada tikus biasa, lalu tikus tersebut memiliki berat badan yang sama dengan tikus yang terpapar suhu dingin. Jumlah lemak coklat dan lemak krim lebih banyak, berat badan menurun dan sensitivitas insulin lebih baik (yang membantu beradaptasi dengan dingin). Tikus ini juga terhindar dari hipotermia.

Para peneliti menemukan hubungan bakteri dan manfaatnya dengan sebuah strain bernama Akkermansia muciniphila. Ketika tikus dikeluarkan strain ini dan bersuhu dingin, mereka gemuk. Namun ketika strain ini ditanamkan kembali pada tubuh tikus, mereka turun lagi berat badannya.

Sebuah studi sejenis pada 49 orang dewasa kelebihan berat badan dan obesitas menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar mikroba Akkermansia usus punya kondisi klinis yang lebih baik setelah pengaturan diet, termasuk penurunan kuat lemak visceral dibandingkan dengan tingkat Akkermansia yang lebih rendah.

Satu dugaan bahwa jika tingkat mikroba Akkermansia ini rendah, maka berhubungan dengan tingginya obesitas pada manusia. Diperlukan penelitian tambahan lebih banyak studi kasus pada manusia.

Sumber : newshealth

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top