IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA Apa yang menyebabkan Perubahan Mood?? – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Apa yang menyebabkan Perubahan Mood??

Apa yang menyebabkan Perubahan Mood??

moodyMood atau suasana hati tidak hanya bergantung pada situasi yang kita alami di keseharian. Mood sangat menentukan kegiatan, mulai dari yang kecil sampai besar. Hanya, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan mood kamu berubah dalam waktu cepat atau lambat. Apa saja itu??

  1. Gangguan Bipolar. Orang dengan bipolar mengalami perubahan mood naik turun. Tapi bipolar hanya satu dari beberapa penyebab.
  2. Kurang tidur. Saat tidur, otak dan tubuh akan melakukan recovery setelah bekerja seharian. Maka, jika tidak cukup tidur, tubuh tidak akan terlihat fresh. Kesulitan tidur di malam hari dapat menyebabkan emosi naik, akibatnya mudah marah. Jika terus berlanjut, dapat menyebabkan depresi.
  3. Kadar gula darah rendah. Salah satu penyebab kurang darah adalah karena kurang makan. Akibatnya berpengarauh pada mood seseorang yang mudah merasa kesepian, pusing, gemetaran, kebingungan dan mudah marah. Penderita diabetes sebaiknya memperhatikan kadar gula darah supaya tidak cepat emosi.
  4. Stress kronis dapat meningkatkan masalah kesehatan. Stress menyebabkan kesedihan, marah dan kecewa. Stress juga membuat susah tidur, akibatnya akan mengganggu mood. Olahraga dapat membantu mengurangi tekanan mental.
  5. Obat-obatan tertentu. Perubahan mood dan depresi bisa disebabkan karena minum obat-obatan tertentu. Jika dokter meresepkan obat baru, perhatikan emosi yang terbentuk selama beberapa minggu. Ayunan mood juga bisa terjadi karena minum obat steroid dosis tinggi. Jika diminum terus, mood akan cenderung menyebabkan mudah marah, selain juga susah tidur. Sehingga mood jadi berantakan.
  6. Kadang ketika melakukan Terapi Pengganti Hormon dapat merubah mood sehingga menyebabkan mudah marah tanpa tahu sebabnya. Apakah terapi dalam jumlah banyak dan sedikit, mempengaruhi mood naik turun. Hal ini sama saja ketika seseorang baru masuk dalam masa puber.
  7. Ketika hamil, seorang wanita memproduksi hormon berlebih untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Hal ini menyebabkan perubahan mood sehingga mudah merasa kesepian, bisa juga tiba-tiba menangis tanpa sebab. Beberapa wanita mengalami depresi pasca melahirkan karena hormon turun secara drastis. Konsultasikan dengan dokter bila mengalami depresi atau hal seperti ini.
  8. Pre Menstrual Syndrome (PMS). Banyak wanita mengalami PMS beberapa hari sebelum mens dan terjadi kram, sakit kepala dan perubahan mood. PMS dapat menyebabkan mood berantakan saat mens tanpa disadari karena hormon turun drastis.
  9. Menurunnya kadar hormon sehingga dapat menyebabkan panas/nyeri di dada, masalah tidur dan perubahan mood. Lakukan perubahan gaya seperti konsumsi makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur, berolahraga dapat membantu melawan mood naik turun. Konsultasikan ke dokter jika memang perlu ditambahkan dengan obat.
  10. Demensia dapat merusak otak yang mempengaruhi memori dan kepribadian seseorang. Penderita demensia dapat mengalami perubahan antara marah dan tenang dalam waktu yang cepat. Mereka dapat merasa frustrasi karena tidak dapat menjelaskan emosi sendiri. Banyak penderita menarik diri dan depresi, walau sebelumnya bisa sangat bersosialisasi.
  11. Seorang dengan ADHD sangat sulit mengontrol kemarahan, bahkan untuk hal ringan. Orang ADHD banyak mengalami depresi dan gangguan perubahan mood. Biasanya dapat dibantu diredam dengan obat.
  12. Gangguan tiroid. Baik orang dengan hipertiroid atau hipotiroid dapat mengalami masalah gangguan mood. Berobat dapat membantu menstabilkan hormon dan mood menjadi lebih terkontrol.
  13. Kopi, soda dan beberapa minuman lainnya dapat menaikkan energi dan mood. Kafein mendorong peningkatan sistem syaraf, sehingga pada beberapa orang dapat meningkatkan rasa cemas, kelelahan, terganggu.
  14. Terlalu banyak makan gula. Banyak riset menyebutkan jika seseorang terlalu banyak mengkonsumsi gula olahan akan mengubah kimia otak. Hal ini akan mengarah kepada gejala gangguan mood seperti depresi. Makanan yang banyak mengandung gula olahan misalnya biskuit, yogurt berperasa, saus tomat, hampir semua makanan olahan dan makanan berlabel rendah lemak.

Sumber : webmd

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1892

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top