Apa Bedanya Rematik Artritis dengan Osteoartritis?
Rematik Artritis mapun Oesteoartr
itis keduanya termasuk dalam kategori Artritis (radang sendi) yang memang mempunyai banyak jenis. Untuk kedua jenis radang sendi tersebut umumnya banyak orang yang bingung dalam membedakan mana Rematik Artritis dan mana Oesteoartritis.
Setidaknya terdapat 13 perbedaan yang dapat terlihat dari kedua jenis radang sendi tersebut, yaitu meliputi :
- Usia. Osteoartritis (OA) merupakan penyakit yang diderita orang dewasa atau maupun manula, sementara Rematik artritis (RA) tidak memandang usia, siapapun termasuk anak-anak. Umumnya RA muncul pada usia dewasa antara usia 30-50 tahun bahkan pada usia remaja terjadi pada usia 16 tahun, sementara OA bisa lebih tua dari itu. OA yang terjadi pada usia muda umumnya karena kecelakaan.
- Jumlah penderita Artritis di AS mencapai setidaknya 50juta orang pada usia 65 tahun keatas. Dari sekitar 27 juta kasus osteoarthritis….1,3 jutanya adalah RA. Jumlah yang tidak seimbang ini menggiring persepsi orang bahwa artritis sebagai OA.
- Sumber nyeri. Pada OA, tulang rawan pada sendi menipis seiring berjalannya waktu, sehingga akan terjadi gesekan antar tulang. Pada kasus RA, sel-sel sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan sendi/sinovium. Penanda sel molekul seperti tumor necrosis factor dan interleukin masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan demam, pembengkakan, dan gejala lainnya tidak terlihat di osteoarthritis. (peradangan yang disebabkan oleh RA dapat menyebabkan gangguan jantung, paru-paru, dan kerusakan mata.)
- Obat. Osteoarthritis diobati dengan suntikan steroid (ke dalam sendi) dan obat-obatan NSAID oral seperti ibuprofen dan naproxen (Aleve) untuk melawan rasa sakit. Orang dengan RA membutuhkan obat NSAID juga yang ditambah steroid oral kuat, seperti prednisone, yang dapat menyebabkan penipisan tulang. Ada beberapa obat untuk RA bahkan juga seperti obat kemoterapi anti kanker dosis rendah untuk mencegah kerusakan sendi, termasuk dalam golongan obat antirematik, atau DMARDs, obat-obatan ini dikenal untuk efektivitas mereka, serta risiko efek samping atau infeksi.
- Persendian. Kedua penyakit mempengaruhi sendi, tetapi beda tempat dan sebabnya. RA umumnya menyerang sendi kecil terlebih dulu dari pergelangan tangan ke jari kaki, meninggalkan sendi dengan menyakitkan: kulit disekitar sendi tampak memerah, panas, dan bengkak. Dalam OA, sendi menahan beban yang lebih besar seperti pinggul dan lutut biasanya memiliki kerusakan. Sendi yang bermasalah biasanya hanya pada satu sisi tubuh tetapi tidak yang lain. Rheumatoid arthritis dapat menyebar dari satu tangan ke tangan lain dan kemudian ke seluruh tubuh sebanyak 30 sendi yang berbeda, sedang OA hanya terbatas pada beberapa sendi saja.
- Kecacatan. Kecacatan sendi lebih sering terjadi pada RA dari OA yang pada akhirnya dapat menyebabkan erosi dan perpindahan sendi. Pasien OA lebih mungkin mengembangkan benjolan tulang yang menyakitkan atau taji di jari, bahu, siku, pinggul, lutut, pergelangan kaki. Penderita OA maupun RA bisa saja memerlukan tindakan operasi penggantian sendi.
- Muncul Benjolan. Sekitar 20% sampai 30% dari pasien RA akan mengembangkan benjolan keras di bawah kulit dan umumnya muncul pada siku. Menurut Stamatina Danielides, MD Columbia University di New York, ukuran benjolan bervariasi bahkan ada yang sebesar bola golf.
- Jenis kelamin. RA mempengaruhi sekitar tiga kali lebih banyak pada perempuan dibanding laki-laki. Selanjutnya, bukti menunjukkan bahwa perempuan dengan RA dapat lebih parah dibandingkan pria dengan RA, termasuk mena
han rasa sakit dan depresi. Sedangkan pada OA, menyebar pada jenis kelamin yang cukup merata, meskipun distribusi tergantung pada usia. Sementara pasien di bawah usia 55 lebih sering laki-laki yang terkena, perempuan cenderung mendominasi di kemudian hari. - Pemicu. RA merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi. Genetika, hormon, merokok dan paparan lingkungan lainnya, seperti infeksi virus atau bakteri, mungkin memainkan peran dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh.
- Sebagai penyakit autoimun, RA dapat kambuh secara tiba-tiba dan kemudian mereda dalam pola yang sulit diprediksi, terutama pada tahap awal. Osteoarthritis biasanya berkembang perlahan-lahan selama bertahun-tahun.
- Gejala dipagi hari. Pasien RA akan sering terbangun di pagi hari dengan kekakuan yang dapat berlangsung beberapa jam. Sedangkan pada pasien OA kekakuan yang terjadi akan cepat mereda dalam waktu kurang lebih setengah jam meskipun dapat kembali setelah aktivitas fisik.
- Pasien RA terkadang merasakan nyeri secara keseluruhan, demam ringan, kelelahan dan nyeri otot. Depresi, kerusakan saraf, dan kekeringan pada mata dan mulut juga umum terjadi. Tanpa pengobatan yang tepat, RA dapat mempengaruhi beberapa organ tubuh, diantaranya peningkatan risiko penyakit jantung dan bahkan beberapa jenis kanker.
- RA dapat mempersingkat umur pasien sekitar tiga tahun yang dapat juga disebabkan oleh peningkatan risiko penyakit jantung. Namun, tehnik pengobatan saat ini sudah sangat membantu. Sedangkan pada Osteoarthritis tidak memiliki dampak tertentu pada umur penderita , tetapi pasien akan jadi kuran g aktif.
Sumber : health.com
(ast/bt)