Anemia…
Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan sel-sel darah merah serta hemoglobin (Hb) sehingga sirkulasi zat dalam tubuh tidak berjalan secara normal. Anemia terjadi karena infeksi yang sering kambuh, sedang menderita penyakit, insektisida yang merusak sumsum tulang belakang, kehilangan darah yang berlebihan, dan faktor yang sangat penting adalah kurangnya asupan zat-zat gizi diantaranya Fe, Vitamin E dan Asam Folat.
Anemia defisiensi Fe adalah yang paling sering terjadi. Anemia ganas dapat terjadi pada keadaan kekurangan vitamin B12 (baca Anemia Pernisiosa). Sickle Cell Anemia adalah anemia yang disebabkan karena kelainan bentuk sel darah merah (bentuk sabit) sehingga sel darah merah mudah hancur. Bentuk ini dapat menyumbat pembuluh darah organ sehingga dapat menyebabkan kerusakan organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita anemia jenis ini sangat membutuhkan tambahan asam folat dosis tinggi setiap hari.
Gejala : Gejala awal yang sangat mudah dikenali dari kejadian anemia ini adalah; rasa pening disaat otak kekurangan oksigen, lesu, mudah lelah, pucat, kuku-kuku rapuh, kehilangan nafsu makan dan sakit di bagian perut.
Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Namun, dukungan nutrisi berikut penting untuk membantu menghindari anemia kekurangan zat besi dan anemia kekurangan vitamin :
-
Besi. Makanan kaya zat besi termasuk daging sapi dan lainnya, kacang-kacangan, lentil, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran hijau dan buah kering.
-
Asam Folat (vitamin B9). Dapat ditemukan dalam buah dan jus jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kacangan, olahan tepung-tepungan seperti roti, sereal dan pasta.
-
Vitamin B-12. Vitamin ini ditemukan secara alami dalam daging dan produk susu. Dan biasanya juga ditambahkan ke sereal dan susu kedelai.
-
Vitamin C. Makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah jeruk, melon, mangga, dan jambu dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Source : Nutritional healing, Mayo Clinic
(ang/bt)