Kemoterapi Pada Pasien Kanker Dengan Usia Harapan Hidup Yang Rendah, Perlukah?
Kemoterapi pada pasien kanker dengan usia harapan hidup yang rendah terbukti lebih berbahaya dan memberikan kualitas hidup yang lebih buruk, demikian yang dituliskan dari hasil dari sebuah penelitian.
Terapi yang diberikan tidak memberikan manfaat klinis dan justru menyebabkan memburuknya kualitas hidup karena pasien tidak dapat melakukan banyak fungsi dalam kesehariannya.
Sebuah studi di Weill Cornell Medical College yang melibatkan 300 pasien kanker dengan usia harapan hidup yang rendah. Setengah diantaranya menjalani kemoterapi dan setengahnya lainnya tidak.
Penilaian kualitas hidup dilihat berdasarkan kemampuan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, mengerjakan pekerjaan ringan dan perawatan diri.
Hasilnya dilaporkan bahwa kemoterapi tidak bermanfaat untuk pasien kanker yang memiliki usia harapan hidup rendah. Justru kemoterapi yang diberikan membuat kualitas hidup mereka memburuk.
Hal ini direkomendasikan oleh American Society of Clinical Oncology (ASCO) untuk melakukan revisi pada ped
oman dalam mengenali potensi bahaya penggunaan kemoterapi pada pasien tahap ini.
Dr Martin Scurr seorang GP dari Daily Mail mengatakan bahwa jika dirinya berada pada posisi seperti ini maka dia lebih memilih untuk menjalani sisa hidup tanpa melakukan kemoterapi.
Dia mengklaim bahwa sebagian besar dokter tidak menginginkan terapi yang biasa mereka resepkan untuk pengobatan dirinya sendiri.
“Seperti dokter pada umumnya, saya memahami bahwa banyak terapi yang kami sarankan kepada pasien yang memiliki penyakit serius dan memiliki harapan hidup yang rendah pada akhirnya akan sia-sia”, ujarnya
Sumber : dailymail
(bt)