Apakah Tertawa Menyebabkan Keriput?
Banyak orang mengatakan bahwa tersenyum dapat menyebabkan keriput di wajah. Sehingga banyak orang menentukan berapa banyak mereka tersenyum dalam sehari. Apakah hal tersebut benar? Berikut penjelasannya.
Setiap gerakan wajah, terlepas dari apakah itu berbicara, tersenyum, mengerutkan kening, tertawa atau cemberut sangat memerlukan otot-otot wajah untuk bisa bergerak. Setiap gerakan wajah akan menghasil pembentukan alur yang tegak lurus ke otot yang mendasarinya. Jadi alur di dahi Anda, misalnya, adalah horisontal, karena otot-otot di dahi Anda bergerak ke atas dan ke bawah. Dalam kasus tersenyum, otot-otot wajah Anda menarik bibir Anda ke luar, sehingga alur yang terbentuk secara vertikal. Ketika Anda tersenyum, alur yang paling menonjol yang terbentuk pada wajah Anda dikenal sebagai ‘lipatan nasolabial. ” Ini adalah dua baris yang terletak antara sisi hidung dan mulut.
Keriput ini tidak disebabkan oleh tersenyum, sehingga Anda tidak perlu melakukan upaya untuk mengendalikan senyum Anda. Ketika Anda bertambah tua, kulit Anda kehilangan elastisitasnya dan kemampuannya untuk meremajakan dirinya sendiri. Perubahan biologis membuat kulit kehilangan lemak dan atrofi otot.
Ada beberapa faktor penyebab keriput. Beberapa faktor tersebut adalah genetik, seperti konsentrasi melanin dan produksi minyak.
Faktor-faktor lain, seperti paparan sinar UV. Paparan radiasi UV adalah salah satu penyebab utama keriput, dan semakin banyak sinar matahari mengenai kulit Anda, maka semakin banyak jaringan ikat di bawah kulit Anda rusak sehingga kulit Anda akan keriput. Salah satu cara sederhana untuk mencegah keriput adalah minum banyak air dan melembabkan kulit Anda setiap hari.
Sumber : Healthmeup.com
(rsh/isn)