You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Gula Si Tertuduh Baru Hipertensi Selain Garam

Gula Si Tertuduh Baru Hipertensi Selain Garam

454_-_Siracusa_-_Scorzette_d'arancio_candite_-_Foto_Giovanni_Dall'Orto_-_17-Oct-2008Garam atau natrium selalu menjadi tertuduh sebagai biang keladi penyakit hipertensi/darah tinggi. Ternyata pemikiran ini ada baiknya kita geser kepada gula dan olahannya. Pengurangan konsumsi gula atau gula olahan juga khususnya makanan olahan berdampak pada penurunan hipertensi dan penyakit kardiometabolik. Tidak hanya garam, gula juga bisa berperan penting dalam peningkatan hipertensi berhubungan dengan makanan olahan.

Studi ini dikaji ulang dan dipublikasikan dalam epidemiological and experimental studies di Open Heart. Peneliti ini, James J. DiNicolantanio, PharmD, dari Saint Luke’s Mid America Heart Institute di Kansas, Missouri dan Sean C. Lucan, MD, MPH, dari Albert Einstein College of Medicine di Bronx, New York menyimpulkan bahwa diet/pola makan tinggi gula memberikan kontribusi nyata terhadap risiko kardiometabolik.

Dr Richard Krasuski, MD, dari the Cleveland Clinic, Ohio menjelaskan bahwa tinjauan ini merangkum hasil dari dua jenis studi: studi epidemiologi dan stud iintervensi kecil. Meski sudah diketahui bahwa gula lebih berbahaya dari garam untuk kesehatan jantung, namun belum diketahui apakah ini berdampak pada jangka pendek apa jangka panjang. Beberapa ahli jantung malah menemukan penurunan konsumsi garam tidak menghasilkan kardiovaskular positif.

hipertensi1Artikel dan tinjauan ini bisa jadi akan menjadi hal kontroversial karena bertentangan dengan asumsi selama ini yang menyatakan kalau garamlah penyebab masalah kardiometabolik, karena masih terbilang baru dan terlihat belum jelas kemana arah hubungannya. Tetapi para ahli kesehatan menyarankan: hindari bahan makanan olahan yang mengandung baik garam maupun gula. Cobalah untuk banyak konsumsi buah, sayur dan bijian. Selain itu, olahraga dengan teratur, tidak merokok, mengatur berat badan agar tidak berlebihan dapat menjadi saran tambahan diluar studi ini.

Sumber : Medscape

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top