You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Sayangi dan Lindungi Ginjal dari Ancaman Penyakit Ginjal Kronis (CKD)

Sayangi dan Lindungi Ginjal dari Ancaman Penyakit Ginjal Kronis (CKD)

downloadGinjal merupakan salah satu organ tubuh yang berperan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Maka tak heran jika dunia memberi perhatian terhadap kesehatan ginjal dan selalu diperingati setiap tahunnya pada hari Kamis minggu ke-2 di bulan Maret.

Bertepatan dengan World Kidney Day (Hari Ginjal Sedunia) pada hari ini Kamis 13 Maret 2014, mausehat.com mengajak Anda untuk sedikit meluangkan waktu memberikan perhatian terhadap ginjal dengan membaca artikel yang kami sajikan berikut ini.

Banyak factor yang dapat mempengaruhi kesehatan Ginjal sehingga menimbulkan berbagai gangguan penyakit. Jika di runut satu persatu terdapat sekitar puluhan penyakit pada ginjal, mulai dari infeksi hingga pada tahap gagal ginjal.

Salah satu Penyakit Ginjal yang perlu diwaspadai adalah Penyakit Ginjal Kronis (CKD : Chronic Kidney Disease) yang ditandai dengan mundurnya kemampuan ginjal dari waktu ke waktu secara bertahap. Jika fungsi ginjal semakin memburuk, maka sampah metabolism tubuh akan menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan tubuh menjadi sakit. Jika pada tahap ini tidak mendapatkan perawatan yang baik, maka akan berkembang dan menyebabkan komplikasi penyakit seperti tekanan darah tinggi, anemia, kelemahan pada tulang, gizi buruk dan kerusakan saraf. Komplikasi yang lebih menakutkan juga dapat terjadi seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, dimana penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian dari semua kasus penyakit ginjal kronis (CKD).

Penyakit Ginjal Kronis (CKD) umumnya juga disebabkan karena adanya Diabetes, Tekanan Darah Tinggi dan gangguan lainnya. Deteksi dini, pengobatan serta perawatan yang baik dapat mencegah pemburukan penyakit yang berujung pada gagal ginjal yang memerlukan dialysis (cuci darah) atau transplantasi organ ginjal untuk mempertahankan hidup. Untuk melihat fungsi ginjal dan mengetahui risiko CKD dapat dilakukan dengan pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (GFR) dan proteinuria persiten (protein dalam urin). Atau dapat juga dengan melakukan tiga tes sederhana seperti tekanan darah, albumin urin dan kreatinin serum. Kelompok yang berisiko terhadap CKG adalah mereka yang menderita diabetes, hipertensi dan riwayat keluarga gagal ginjal.

Dua penyebab utama penyakit ginjal kronis (CKG) adalah diabetes dan tekanan darah tinggi yang bertanggung jawab terhadap 2/3 kasus. Sedangkan kondisi lain yang juga dapat menyebabkan CKD adalah :

  • PHNC-KidneyGlomerulpnephritis, sekelompok penyakit yang menyebabkan peradangan dan kerusakan pada unit penyaringan ginjal. Gangguan ini adalah jenis yang paling umum ketiga dari penyakit ginjal.

  • Riwayat keluarga, seperti penyakit ginjal polikistik yang menyebabkan terbentuknya kista besar di dalam ginjal dan merusak jaringan di sekitarnya.

  • Malformasi yang terjadi saat janin sedang berkembang di dalam rahim. Misalnya saat terjadi penyembitan pada saluran kencing sehingga urin tidak dapat mengalir secara normal dan menyebabkan urine mengalir kembali ke ginjal. Hal ini dapat menyebabkan infeksi dan dapat merusak ginjal.

  • Lupus dan penyakit lainnya sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

  • Gangguan yang disebabkan karena adanya batu ginjal, tumor atau pembesaran kelenjar prostat pada pria.

  • Infeksi saluran kencing yang berulang.

  • Faktor usia, sekitar setengah dari orang lanjut usia ≥ 75 tahun memiliki beberapa tingkatan CKD.

Pada tahap awal, umumnya tidak ada yang menyadari ketika gejala CKD muncul. Namun Anda perlu waspada ketika beberapa gejala ringan muncul seperti : merasa lebih lelah dan kurang energy, sulit konsentrasi, tidak nafsu makan, susah tidur, kram otot pada malam hari, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki juga di sekitar mata khususnya pada pagi hari, kulit kering dan gatal, sering buang air kecil khususnya pada malam hari.

Mencegah sebelum terlambat dapat dilakukan dengan melakukan beberapa tips berikut ini :

  1. 1618039-ginjal-620X310Cukup minum 2-3 liter air/hari

  2. Jangan lupa untuk mengecek fungsi ginjal yang disebut dengan eGFR.

  3. Kontrol tekanan darah. Usahakan tidak memiliki hipertensi, tidak lebih dari 120/80mmHg.

  4. Kontrol jenis obat yang diminum, obat-obatan tertentu dapat berefek samping pada ginjal, misalnya obat anti-inflamasi.

  5. Kontrol kadar kolesterol.

  6. Berhenti merokok serta berhenti minum alkohol

  7. Jaga pola makan, terutama kontrol asupan natrium

  8. Kontrol berat badan dan ukur lingkar pinggang

  9. Berolahraga dengan teratur

  10. Jika kadar protein tinggi dalam urin, sebaiknya juga konsumsi obat darah tinggi juga jenis angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya, captopril, enalapril, ramipril, lisinopril) yang telah terbukti bermanfaat bagi sebagian orang dengan CKD, karena mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan dapat mencegah lebih lanjut memburuknya fungsi ginjal.

Sumber : kidney/patient

(ast/bt)

Artikel Kesehatan :

8 Kebiasaan yang Bikin Ginjal Rusak

12 Herbal yang Baik untuk Liver

Batu Ginjal

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Comments (1)

Leave a Comment

Scroll to top