Akibat Berkurangnya Testosteron pada Pria
Testosteron merupakan hormon yang sangat penting bagi sistem reproduksi pria khususnya pada testis dan prostat yang berfungsi untuk meningkatkan libido, energi dan sistem imun. Selain itu juga berperan dalam melindungi tulang dari osteroporosis, otot dan pertumbuhan rambut.
Namun seiring bertambahnya usia, kadar testosteron pada pria semakin berkurang. Selain menurunkan libido, berkurangnya kadar testosteron juga dapat menyebabkan berbagai gangguan diantaranya yaitu :
-
Mudah lelah, menjadi salah satu indikasi berkurangnya kadar testoteron pada pria meskipun dapat juga dipengaruhi oleh stress dan penuaan. Sebaiknya cobalah untuk tidur 7-8 jam/hari.
-
Perubahan pola seksual. Banyak pria mengalami disfungsi ereksi ketika kadar testosteron menurun. Walaupun bukan sebagai faktor utama, tetapi lebih baik diperhatikan dan lakukan terapi.
-
Pandangan cepat kabur, mental kurang fokus, sulit konsentrasi, serta cenderung cepat lupa. Cobalah untuk berolahraga seperti yoga atau melakukan pijat yang dapat melepaskan hormon anti stress.
-
Perubahan mood, kadang-kadang terjadi secara tajam sehingga jika tidak diatasi dapat menyebabkan depresi bahkan pada beberapa pria dapat terjadi perubahan kepribadian.
-
Perubahan massa otot sehingga berpengaruh terhadap berkurangnya kekuatan otot.
-
Lebih cepat terbentuk lemak. Cobalah untuk tetap berolahraga dan melakukan perubahan pola makan sehingga membantu pembakaran secara maksimal
-
Kekurangan massa tulang, sehingga dapat menyebabkan osteoporosis. Hindari merokok, konsumsi alkohol, tetap berolahraga untuk mengurangi efek osteoporosis pada pria
-
Gangguan tidur. Masalah insomnia sering terjadi pada pria yang mengalami penurunan kadar testosteron. Supaya bisa tidur lebih nyenyak, coba matikan lampu, ciptakan kamar tidur yang tenang dan nyaman, tidak ada meja kerja atau TV.
-
Kurang fokus dalam pekerjaan.
Saran yang terbaik adalah lakukan terapi pengganti hormon yang harus dibawah pengawasan dokter ahli dan juga mengubah pola hidup yang kurang baik menjadi baik, misalnya dengan tetap berolahraga, kurangi stress, berosialisasi, tetap beristirahat cukup, tidak merokok dan stop alkohol.
(ast/bt)
