Sinar Biru Smartphone merusak mata
Berlama-lama di depan layar komputer atau smartphone, sepertinya sudah menjadi bagian dari kehidupan keseharian. Bangun pagi, yang pertama kali dilakukan mungkin update status di medsos atau mengecek email yang masuk. Atau sampai malam tiba, kita sibuk menonton streaming yang sudah pasti akan melelahkan mata jika dilakukan hampir setiap hari. Di amerika saja, diperkirakan setiap orang menatap komputer atau smartphone sekitar 8 jam 47 menit/hari. Hal ini tentu akan menganggu kesehatan mata.
Di dalam perangkat elektronik, terdapat sinar biru yang berbahaya bagi kesehatan jika kita terus terpapar itu. Menurut Anam Qureshi, MD, ahli mata (optalmologi) dari NYU Langone, New York mengatakan bahwa kornea dan lensa mata tidak menyaring sinar biru sehingga dapat langsung masuk ke dalam mata. Menurut beberapa ahli, hal ini akan merusak retina dan menyebabkan kondisi seperti degenerasi makula. Kebanyakan melihat gadget juga dapat menderita kelelahan mata digital yang disebut sebagai computer vision syndrome. Gejala bisa meliputi penglihatan kabur, kesulitan memusatkan perhatian pada satu hal, mata menjadi merah, lelah, kering dan sakit kepala.
Menurut Dr. Quresh, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa sinar biru menekan melatonin, hormon yang membantu tubuh mempertahankan ritme sirkadian yang sehat. Hal ini dapat membuat lebih sulit tidur dan kurang tidur yang dapat berkonsekuensi kesehatan jangka panjang.
Lebih baik mulai sekarang menjaga kesehatan mata, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Saat menggunakan komputer atau smartphone dengan tehnik 20/20/20, yaitu beristirahat per 20 menit selama 20 detik atau setara dengan berjalan 20 langkah, misalnya melihat jendela keluar. Bisa juga banyak mengedipkan mata agar penglihatan tidak kabur, tidak iritasi dan kemerahan.
- Unduh aplikasi pengurang cahaya. Disebut juga dengan mode “night shift”. Yang lebih baik lagi, matikan gadget sekitar 1 jam sebelum tidur.
- Gunakan lensa Sunglass BluBlocker yang menyaring cahaya biru.
- Gunakan kacamata baca.
Sumber : health.com
(ast/bt)