West Nile Virus: Demam Berdarah Versi Baru
Kemarin diberitakan pada sebuah media televisi swasta nasional jika ada sekitar 12 orang surabaya demam terinfeksi virus West Nile dari penularan nyamuk culex.
Virus west nile termasuk dalam virus arthropoda-borne (arbovirus), disebarkan melalui nyamuk yang terinfeksi, termasuk dalam kelas flavivirus dalam keluarga flaviviridae. Penyebaran infeksi dimulai dari terinfeksinya nyamuk ketika mereka menghisap darah burung yang juga terinfeksi, virus akan bersarang di dalam darah selama beberapa hari kemudian masuk ke kelenjar ludah nyamuk. Ketika nyamuk menggigit manusia atau hewan lain, virus pun ikut masuk dan bisa menyebabkan infeksi. Kasus pertama kali diidentifikasi didaerah Eropa, Timur Tengah, India, sebagian Asia dan Australia. Pertama kali dideteksi di Amerika tahun 1999 dan menyebar ke seluruh Amerika serta Kanada. Kejadian terakhir yang paling tinggi ada di negara bagian Texas dengan data terakhir tahun 2013 terdapat sekitar 12 korban jiwa dan tertinggi tahun 2012 dengan 89 korban jiwa (Data Department Texas).
Kehadiran West Nile sering tidak disadari dan 80% tanpa gejala. Sebuah survey membuktikan 80 dari 100 penderita west nile ini tidak merasakan gejala sama sekali, gejala baru ada sekitar 3 sampai 14 hari setelah penderita digigit nyamuk. Gejala umum biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri pada tubuh atau mata, ruam di seputar dada-punggung-tangan, sangat lelah, tidak merasa lapar, sakit perut dan muntah muntah, pembengkakan kelenjar getah bening. Dalam kasus ringan, gejala biasanya muncul sekitar 3-6 hari, lalu menuju gejala lebih berat dengan gejala lain yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, leher kaku atau bahkan ada yang lumpuh badan, bingung, linglung, tremor, kejang, lemah otot dan bahkan koma. Pada kasus lebih parah dapat menyebabkan kematian.
Virus West Nile dapat menyebabkan pembengkakan otak (ensefalitis), pembengkakan sumsum tulang belakang (myelitis) atau pembengkakan jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meningitis). Penyakit ini gak pilih pilih, menyerang golongan umur apa saja bahkan dalam beberapa kasus ibu menyusui yang terkena, bayinya bisa tertular melalui minum ASI. Tetapi, ada beberapa kondisi jika terkena west nile ini pada penderita berikut ini akan memperparah serangan virus, yaitu pada orang dengan kanker, diabetes, hipertensi, gagal ginjal dan orang yang sangat tua (diatas 70 tahun).
Sebelum menyebar secara luas, upayakan sebaik mungkin. Menurut departemen kesehatan negara bagian Texas, upaya yang dapat dilakukan yaitu :
-
gunakan insect repellent (penolak serangga) dengan kandungan yang aman dan tidak berbahaya untuk kulit. Penolak serangga yang dianjurkan yang mengandung DEET, picadirin atau minyak eukaliptus. -
Membersihkan saluran air termasuk air yang ada dalam bak mandi, kaleng kosong, tadahan hujan, pot tanaman, karena nyamuk bisa berkembang biak di tempat tempat tersebut
-
gunakan baju lengan panjang dan celana panjang, terutama saat pagi dan senja karena nyamuk nya aktif pada kedua waktu itu
-
Bisa menggunakan kawat nyamuk supaya nyamuk tidak masuk ke ruangan atau menggunakan kipas atau AC jika ada.
-
Jika ada yang memelihara hewan misalnya burung, jika hewan tersebut telihat sakit, segeralah bawa ke petugas kesehatan supaya diperiksa, apakah tubuhnya membawa virus west nile atau tidak.
Sumber : dari berbagai sumber
(ast/bt)