Vitamin A Mengurangi Risiko Hepatitis C
Hepatitis adalah istilah untuk kondisi peradangan hati atau liver. Hepatitis dapat disebabkan oleh virus, obat-obatan atau jamu-jamuan. Jenis virus hepatitis terdiri dari Hepatitis A,B,C,D,E,F,G dan yang belum ditemukan vaksinnya adalah hepatitis C. Seseorang yang pernah terinfeksi virus hepatitis C umumnya akan berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Namun, jangan khawatir…baru baru ini sebuah studi dalam Journal Hepatology menunjukkan bahwa mempertahankan serum vitamin A tingkat tinggi dalam tubuh dapat membantu mengobati hepatitis C.
Pierluigi Toniutto dan rekan dari Department of Medical Sciences Clinical and Experimental, Internal Medicine, Medical Liver Transplantation Unit, University of Udine di Italia menemukan adanya tingkat vitamin A yang jauh lebih rendah pada seseorang yang terinfeksi virus hepatitis C, dibandingkan dengan mereka yang tidak terinfeksi.
Peneliti menemukan serum vitamin A 256 ng/mL pada pasien positif virus hepatitis C, sedangkan serum vitamin A pada orang sehat yaitu 742 ng / mL.
Laporan penelitian ini mengatakan bahwa vitamin A memodulasi ekspresi interferon reseptor tipe 1 yang meningkatkan efek antireplication interferon pada virus hepatitis C. Hal ini menjelaskan mengapa sebagian pasien dengan tingkat vitamin A rendah lebih cenderung tidak responsif terhadap pengobatan (namun bukan berarti juga bahwa kekurangan vitamin A menyebabkan kurang responnya pengobatan). Penelitian lebih lanjut masih diperlukan guna mempertegas temuan ini.
Seperti kita ketahui bahwa vitamin A memiliki beberapa fungsi, penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, untuk pemeliharaan sistem kekebalan tubuh dan pengelihatan yang baik. Sumber vitamin A ditemukan dalam ubi jalar, wortel, bayam, kangkung, collard hijau, lobak, lobak Swiss, labu musim dingin, sawi, dan selada romaine.
Source : Foodcondsumer.org
(ang/bt)