You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Sterilisasi Virus HIV Berhasil Dilakukan Pada Bayi Baru Lahir

Sterilisasi Virus HIV Berhasil Dilakukan Pada Bayi Baru Lahir

culs111663Isu HIV (virus penyebab AIDS) seolah tak pernah padam dari tahun ke tahun, para ahli pun senantiasa berlomba untuk menciptakan penangkal virus mematikan ini. Seiring dengan itu prevalensi AIDS di seluruh dunia juga meningkat termasuk di Indonesia. Tak heran jika HIV dan AIDS menyedot perhatian umat manusia di seluruh penjuru dunia.

 

Baru baru ini, sebuah eksperimen membawa angin segar dalam penanganan virus HIV. Eksperimen yang tidak direncanakan ini mampu mengubah cara dokter dalam menangani bayi dengan HIV.

Seorang bayi yang lahir di Mississippi dua tahun lalu dengan HIV tercatat menjadi bayi pertama yang diobati secara fungsional. “Pengobatan fungsional” menggambarkan remisi jangka panjang tanpa perawatan berkelanjutan. Temuan para peneliti ini kemudian dilaporkan pada Konferensi 2013 Retroviruses and Opportunistic Infections di Atlanta.

fan4234231940Bayi tersebut diberikan terapi antivirus agresif setelah 30 jam dilahirkan dan ditangani oleh dokter dari University of Mississippi Medical Center. Terapi ini tidak lazim dilakukan pada bayi yang baru lahir dengan risiko tinggi HIV. Dan ini bukanlah satu-satunya bayi yang mendapat terapi yang sama. Yang pertama adalah Timothy Brown, juga dikenal sebagai “Pasien Berlin,” yang mengalami penyembuhan sterilisasi HIV, setelah menerima transplantasi sumsum tulang untuk mengobati leukemia. Transplantasi sumsum tulang ini berasal dari orang yang secara genetik resisten terhadap HIV.

Catatan lain dari seorang spesialis Pediatrik HIV Hannah Gay, MD, di University of Mississippi Medical Center mendapatkan hasil bahwa, rata-rata ibu hamil tidak menyadari bahwa telah terinfeksi HIV hingga melahirkan. Hal ini menyebabkan banyaknya para ibu yang tidak menerima pengobatan selama kehamilannya.

“Terapi antiviral agresif pada bayi baru lahir yang dimulai dalam beberapa hari setelah kelahiran dapat membantu bayi membersihkan virus dan mencegah persembunyian virus dari awal pembentukan,” kata penulis utama laporan tersebut, Deborah Persaud, MD, seorang ahli virus Johns Hopkins Children’s Center di Baltimore. “Langkah selanjutnya kami akan mencari tau lebih lanjut tentang respon yang akan ditimbulkan terhadap terapi antiretroviral yang sangat awal, apakah akan menimbulkan risiko tinggi lainnya pada bayi yang baru lahir.”

Dr Schaffner juga mengatakan bahwa kasus ini dapat membantu para ibu hamil untuk lebih memperhatikan kesehatan tubuhnya dan mendiagnosa lebih awal status kesehatannya guna meminimalisasi penularan virus HIV pada anak-anak ketika melahirkan.

Temuan ini, masih provokatif karena belum memiliki relevansi langsung begitu diterapkan di negara maju,” ujarnya, “tapi menjadi sesuatu yang mungkin bisa diterapkan pada negara berkembang, di mana HIV telah banyak menginfeksi seribu bayi yang lahir setiap harinya. “

 

Source : Everyday Health

 

(ang/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top