You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Salah Kaprah Tentang Alzheimer

Salah Kaprah Tentang Alzheimer

alzheimer-1Alzheimer dikenal sebagai penyakit yang menyerang sel syaraf otak sehingga terjadi penurunan kemampuan perilaku,fungsi kognitif, indera, emosi. Penyakit ini mudah terjadi pada lansia. Sampai saat ini tercatat dalam sebuah situs online bahwa angka penderita alzheimer di Indonesia diperkirakan berjumlah 1 juta jiwa dengan kenaikan jumlah penderita 3,5-4% per tahunnya. Baik di dunia termasuk di Indonesia, masih ada saja mitos dan fakta yang berkembang seputar penyakit, salahsatunya termasuk Alzheimer ini. Salah kaprah memahami penyakit ini tentu saja berlanjut pada salahkaprah menangani penderita. Apa saja mitos yang cenderung berkembang?

    1. Alzheimer bukan penyakit fatal. Menurut Alzheimer Association, penyakit Alzheimer termasuk fatal dan mematikan. Selain nyata kehilangan memori , penghancuran sel-sel otak yang disebabkan oleh penyakit ini juga menyebabkan hilangnya fungsi tubuh, termasuk kemampuan seseorang untuk berbicara, berjalan, berhubungan dengan orang lain, berpikir, dan makan.

    2. Alzheimer penyakit keturunan. Genetika memang bisa berperan menurunkan penyakit, tetapi kasusnya hanya sedikit sekali, hanya sekitar 5-7% yang disebut dengan Familial Alzheimer’s disease (sering sebagai reaksi awal). Memang ada sebuah kajian jika seseorang memiliki orang tua atau saudara dengan Alzheimer, orang tersebut memiliki tiga kali risiko lebih besar daripada yang tidak. Penelitian baru menunjukkan bahwa gen tertentu (seperti gen apolipoprotein E) dapat mempengaruhi perkembangan penyakit tetapi para ahli mencatat gen itu sendiri tidak menyebabkan penyakit dan orang-orang yang tidak memiliki gen masih dapat menderita Alzheimer sementara orang-orang yang ada keluarga Alzheimer bisa saja terbebas.

    3. Penderita Alzheimer hanya orangtua/lansia saja. Tercatat 1 dari 8 lansia menderita Alzheimer. Tapi jangan salah, penyakit ini tidak hanya dimonopoli lansia, 5% orang berusia 30-40 tahun terdiagnosa menderita Alzheimer.

    4. Penyakit Alzheimer sama dengan Demensia. Penyakit Alzheimer menyumbang antara 60- 80% dari semua kasus demensia, tapi tidak sama. Demensia merupakan istilah yang mencakup berbagai penyakit dan sindrom, termasuk penyakit Huntington, Creutzfeldt-Jakob disease , penyakit Parkinson, dan Wernicke Korsakofff Syndrome.

    5. Hilang memori itu normal. Seiring bertambahnya usia, kesannya normal misalnya melupakan sesuatu seperti nama tetangga baru atau judul sebuah film yang baru saja ditonton. Namun, National Institute on Aging memperingatkan bahwa kelupaan berselang tidak sama dengan kehilangan memori yang serius terkait dengan penyakit Alzheimer. Jika kehilangan memori telah menjadi masalah utama, mempertimbangkan tanda peringatan yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan segera konsultasikan dengan dokter.

scrabbble_alzheimers

  1. Penyakit Alzheimer disebabkan depresi. Depresi merupakan gejala dari penyakit Alzheimer. Menurut Alzheimer Association pada kenyataannya, sangat umum selama awal dan tahap tengah penyakit. Sebuah studi menunjukkan bahwa depresi dapat menjadi faktor yang berkontribusi dalam perkembangan Alzheimer, tetapi depresi belum terbukti menjadi penyebab langsung dari penyakit.

  2. Penyakit Alzheimer tidak dapat dicegah. Ini hanya tidak benar. Para ahli melaporkan semakin banyak bukti yang menunjukkan bagaimana perubahan pola hidup dapat membantu mengurangi risiko atau menunda timbulnya Alzheimer, seperti: makan makanan yang sehat termasuk buah-buahan dan sayuran segar, ikan dan kacang-kacangan; olahraga otak misal dengan teka-teki silang, hobi, sudoku, catur dan sebagainya; menjaga dan men cek tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol; menghindari terjadinya cedera otak; aktif bersosialisasi; olahraga secara teratur; menghindari rokok, narkoba dan alkohol.

     

Sumber : dailyhealthpost

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top