You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Restless Leg Syndrome

Restless Leg Syndrome

restlesslegsyndromePernahkah anda melihat seseorang yang selalu menggoyangkan kakinya ketika sedang duduk? Kondisi ini ternyata merupakan gangguan sistem syaraf yang mempengaruhi kaki sehingga menyebabkan kaki bergerak terus. Istilah medis untuk gangguan ini disebut Restless Leg Syndrome (RLS).

Sindrom ini agak sulit untuk didiagnosa. Gangguan ini biasanya lebih buruk pada malam hari. Dan ketika konsultasi dengan dokter, gejala malah bisa menghilang. Pemburukan gangguan juga terjadi selama masa kehamilan, serta dapat sering terjadi pada orang dengan rheumatoid arthritis, diabetesatauanemia, walau juga, tidak mengalami semua itu.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan seseorang mengalami gejala RLS yaitu :

  1. Merasa ketidaknyamanan pada kaki, yang disertai dengan perasaan gatal, kaki terasa tertarik atau ada yang menggigiti.

  2. Sulit tidur atau tetap tidur tapi terganggu saat terjadi gejala. Sejumlah orang yang menderita RLS juga mengalami periodic limb movements in sleep atau gerakan periodik tungkai dalam tidur (PLMS), merupakan gerakan berulang yang terjadi setiap 20-30 detik yang menyebabkan gangguan tidur. Jika sampai dengan pada tahap ini maka sebaiknya konsultasikan pada dokter.

  3. Gejala berkurang ketika banyak bergerak. Ketika kaki sudah mulai terkena sindrom dan digerakkan bisa berkurang.

  4. Gejala semakin memburuk saat sedang istirahat. Semakin lama istirahat, RLS justru semakin menjadi.

  5. Pemburukan gejala terjadi seiring waktu malam, terutama ketika berbaring.

Faktor yang menyebabkan RLS semakin memburuk :

  1. Penyakit kronis. Seperti misalnya anemia/kurang zat besi, parkinson, gagal ginjal, diabetes dan neuropati feriferal sering mendapatkan gejala RLS.

  2. Obat. Beberapa jenis obat, termasuk obat anti-mual, obat antipsikotik, beberapa antidepresan, obat flu dan alergi yang mengandung antihistamin dapat memperburuk gejala RLS.

  3. Kehamilan. Beberapa wanita mengalami RLS selama kehamilan, terutama pada trimester terakhir. Gejala biasanya hilang dalam waktu satu bulan setelah melahirkan.

  4. Faktor-faktor lain, termasuk penggunaan alkohol dan kurang tidur dapat memicu gejala atau membuat kondisi lebih buruk. Meningkatkan jam tidur atau tidak lagi konsumsi alkohol dalam kasus ini bisa meringankan gejala.

leg-pain-symptomsPengobatan RLS termasuk di dalamnya denagan mengurangi gejala, perubahan pola hidup, olahraga teratur, tidur secara teratur, mengurangi konsumsi kafein, alkohol, tidak merokok. Perawatan lain bisa meliputi pijat kaki, mandi dengan air panas, mengubah kebiasaan tidur dan terapi pad bergetar (Relaxis). Adapun jenis obat-obatan yang bisa digunakan adalah Obat dopaminergik, yang bertindak atas neurotransmitter dopamine di otak. Mirapex, Neupro, dan Requip yan sudah disetujui FDA untuk RLS sedang sampai parah. Benzodiazepin, kelas obat penenang, dapat digunakan untuk membantu tidur, tapi dapat menyebabkan kantuk di siang hari. Antikonvulsan, atau obat-obatan anti kejang, seperti Tegretol, Lyrica, gabapentin, dan Horizant.

Sumber : Health, Webmd

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top