Probiotik Hanya Mitos?
Probiotik yang merupakan mikroorganisme baik hasil produk fermentasi ini telah diyakini bermanfaat bagi kesehatan. Tak hanya baik untuk pencernaan, probiotik telah lama di klaim mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Probiotik juga telah lama di rekomendasikan oleh dokter dan ahli nutrisi pada pasien yang konsumsi antibiotik.
Namun baru-baru ini muncul sebuah penelitian yang membalikkan fakta tentang probiotic selama ini. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa probiotik mampu meningkatkan bakteri sehat hanyalah mitos. Bahkan banyak ilmuwan yang percaya bahwa “tidak ada bukti” yang meyakinkan probiotik mampu menjaga keseimbangan alami bakteri baik di dalam pencernaan dan dapat meningkatkan kekebalan.
Para peneliti Denmark membuat tujuh percobaan dan menyimpulkan bahwa probiotik dan yoghurt hanya membuat sedikit perubahan. Enam dari tujuh percobaan tidak tampak adanya perbedaan bakteri pada orang dewasa yang telah di berikan probiotik atau placebo. Bahkan meski satu studi mampu mengidentifikasi perubahan kecil namun masih di ragukan.
Dalam catatannya di jurnal Genome Medicine, para ilmuwan dari University of Copenhagen menyimpulkan bahwa secara keseluruhan tidak di temukan adanya bukti yang menyakinkan terhadap konsistensi probiotik pada mikrobiota (bakteri) pada orang dewasa sehat.
Kesimpulan tersebut mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh University College London pada tahun 2014 yang juga menyatakan hal yang sama.
Lebih lanjut, para ilmuwan mengatakan bahwa banyak bakteri baik akan hancur selama di pencernaan.
Namun begitu, pangsa pasar probiotik secara global di perkirakan mengalami peningkatan 7 persen per tahun hingga tahun 2018 nanti dimana Inggris dan Jerman menjadi konsumen terbesar.
Tentu ini akan membingungkan bagi kita semua. Namun apapun hasil penelitiannya, sebaiknya selalu berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan penjelasan yang rinci.
Sumber : Dailymail
(bt)