Mengapa ada Hepatitis E??
Banyak orang mungkin sedikit mengenal tentang Hepatitis E. Umumnya, yang lebih familiar adalah Hepatitis A, B dan C. Jenis Hepatitis yang sebenarnya kita kenal ada A,B,C,D, E dan G. Nah, bagaimana dengan Hepatitis E? Apakah sama dengan A,B dan C??
Hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis, yang membuat liver menjadi bengkak. Jika seseorang terinfeksi Hepatitis E, maka akan membaik dalam waktu beberapa bulan, dan tidak menyebabkan penyakit jangka panjang, serta tidak membuat kerusakan liver seperti Hepatitis jenis lain. Hanya saja, bagi wanita hamil dan mereka yang daya tahan tubuhnya sedang melemah, Hepatitis E tetap berbahaya.
Virus Hepatitis E tertular dari makanan yang mengandung kotoran atau air minum yang tercemar virus Hepatitis. Atau bisa juga dari daging hewan mentah, setengah matang atau yang terinfeksi virus, misalnya daging babi.
Banyak orang tidak sadar jika terinfeksi Hepatitis E karena tidak ada gejala, hingga sekitar 2 sampai 6 minggu. Gejala yang dapat dirasakan adalah demam (ringan sampai berat), kelelahan, tidak nafsu makan, sakit perut, mual, muntah, warna urin gelap, warna kotoran pucat, ruam dan gatal pada kulit, nyeri sendi, kulit dan mata kekuningan. Untuk mengetahui seseorang terkena infeksi Hepatitis E dilakukan tes darah dan feses.
Kebanyakan kasus Hepatitis E akan hilang jika daya tahan tubuh kuat sekitar 4 sampai 6 minggu. Jika sudah terinfeksi sangat dianjurkan beristirahat, makan sehat, minum banyak air putih dan tidak minum minuman beralkohol, juga minum obat. Jika minum obat, konsultasikan dengan dokter, terutama jika minum asetaminofen. Begitu juga jika wanita hamil terkena infeksi ini, jika perlu dibawah pengawasan ketat dokter atau jika sudah parah, rawat inap di rumah sakit.
Kebanyakan orang yang terinfeksi Hepatitis E adalah negara yang sanitasinya rendah misalnya negara-negara di asia, afrika. Hindari hal-hal kecil untuk mencegah infeksi seperti minum es dari es batu yang tidak jelas sumber airnya, tidak makan daging mentah, cuci tangan sebelum dan sesudah makan atau sebelum beraktivitas.
Sumber : webmd.com
(ast/bt)