LOGAM BERAT PENCETUS AUTIS
Paparan dan akumulasi logam berat dalam tubuh memiliki dampak yang sangat luas bagi kesehatan. Salah satunya adalah Autisme. Berikut beberapa rangkuman laporan riset yang mencoba menyibak keterkaitan logam berat dengan autisme :
-
Tujuh studi terhadap logam berat tertentu (merkuri, kadminum, timah, aluminium dan arsen) membuktikan bahwa peningkatkan kadar logam-logam berat ini dalam tubuh dapat mengganggu fungsi intelektual dan meningkatkan keparahan ASD (Autism Spectrum Disorders).
-
Sciencedaily 25 Feb 2013 juga mempublikasi sebuah riset yang dimuat dalam Biological Trace Element Research, bahwa 38-47% variasi keparahan autisme berkaitan dengan kadar logam berat dalam tubuh terutama Kadmium dan Merkuri.
-
Sebanyak 92% (34 dari 37 riset) riset logam berat menunjukkan bahwa makin tinggi paparan logam pada saat kehamilan dan awal-awal kelahiran maka makin tinggi resiko anak terkena autis/ASD. Paparan logam berat beracun ini juga mengganggu perkembangan syaraf yang memperkuat perkembangan autis/ASD.
-
Tingkat paparan timbal dalam darah dan urin anak penderita autis 41% dan 74% lebih tinggi dibandingkan kelompok non autis. Begitu juga kadar talium (77%), timah (115%) dan tungsen (44%) lebih tinggi. Keempat logam berat ini dapat mengganggu perkembangan dan fungsi otak dan fungsi normal organ tubuh lainnya.
Sampai saat ini, medis berpandangan bahwa autis tidak dapat disembuhkan tetapi hanya bisa ditekan/dikurangi gejalanya. Karena riset sudah menemukan keterkaitan logam berat dengan ASD/autis, tentunya upaya-upaya untuk memperkuat detoks logam berat dapat menekan gejala-gejala autis dan mencegah anak-anak lahir dengan autis. Berikut beberapa nutrisi/senyawa yang dapat membantu detoks logam berat :
-
DMSA (meso-2,3- Dimercaptosuccinic acid). Kelemahan DMSA menurut Toxicology and Applied Pharmacology, bahwa DMSA dapat mengkelat (mengikat) logam berat, namun DMSA sulit masuk hingga ke sel-sel otak.
-
ALA (alpha Lipoic Acid). Study di Hungaria ALA dapat meningkatkan pengeluaran merkuri 12-37 kali dari dalam tubuh.
-
Klorofil. Klorofil. Klorofil efekti dalam membantu tubuh mengkelat (mengikat) toksin termasuk logam berat. Klorof juga dapat mencegah kanker dan meringankan efek radiasi . Banyak riset tentang manfaat klorofil selama lebih dari 50 tahun termasuk keamanannya karena memiliki efek samping. Sumber klorofil di alam adalah sayuran berwarna hijau, alfafa dan yang terbaik adalah alga Chlorella. Jenis C. sorokiniana adalah jenis Chlorella yang memiliki efek detoks/mengkelat logam berat paling kuat dari jenis Chlorella lain. -
Sudah diketahui bahwa logam-logam berat juga merusak sistem syaraf. Karena itu bagi anda terdeteksi tinggi akumulasi logam berat dalam tubuh, perlu meningkatkan asupan nutrisi untuk kesehatan sel-sel syaraf seperti vitamin B kompleks (terutama B12, asam folat), Vitamin C dan Omega 3 baik dari makanan maupun suplementasi.
Sumber : dari berbagai sumber
(ihs)