You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Karagenan.. apakah berbahaya bagi kesehatan??

Karagenan.. apakah berbahaya bagi kesehatan??

karagenanKaragenan, bahan tambahan pada makanan dan minuman yang banyak masuk dalam industri makanan, bahkan makanan organik sekalipun misalnya yogurt atau susu almond. Bahan ini diekstrak dari Chondrus crispus, rumput laut merah yang dapat dimakan. Biasa digunakan dalam bahan makanan untuk thickening/menebalkan dan menstabilkan makanan, sehingga struktur bagus dan tahan lama.

Ada dua jenis karagenan, yaitu terdegradasi (di proses dalam larutan asam, disebut sebagai poligeenan dan tidak digunakan dalam makanan tetapi untuk studi dan oleh WHO dianggap sebagai “mungkin karsinogenik”) dan tidak terdegradasi (tidak diproses dengan larutan asam, digunakan sebagai zat aditif makanan).

Kontroversi tentang karagenan berkembang, namun sesungguhnya sudah dinyatakan aman tahun 1959 pada GRAS (Generally Recognized As Safe). Karagenan ada di dalam banyak makanan, yaitu saus, es krim, yogurt, Cottage cheese, tahu, makanan formula bayi, susu alternatif susu (almond, kedelai dan santan), daging olahan, suplemen nutrisi, makanan siap saji, jus, kopi krimer, salad dressing, mentega susu, coklat. Jumlah yang ditemukan dalam makanan ini dapat berkisar dari sekitar 0,01% per 3,5 ons (100 gram) dalam es krim untuk 4% dalam campuran dasar frosting. Bahkan makanan yang mengandung organik masih mengandung karagenan. Karagenan juga ada dipasta gigi, shampoo, semir sepatu. Dalam pengobatan telah digunakan sebagai pencahar dan pengobatan untuk sakit maag.

Hal yang menjadi point dalam karagenan adalah:

Menyebabkan peradangan. Dalam masa cedera atau sakit, peradangan adalah respon normal yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh sebagai cara untuk melawan benda asing. Peradangan kronis, dapat menyebabkan perkembangan penyakit kronis dalam jangka panjang. Beberapa bukti menunjukkan bahwa karagenan dapat memicu peradangan dengan meningkatkan sekresi sitokin proinflamasi, sejenis sel kekebalan tubuh yang mengatur peradangan. Dalam sebuah tes tabung reaksi terhadap usus menunjukkan bahwa karagenan meningkatkan peradangan. Namun, jika dikonsumsi sebagai makanan tambahan, tidak ada efek inflamasi nyata. Ulasan  tahun 2014 mencatat bahwa karagenan dapat memiliki efek pada sistem kekebalan tubuh bila diberikan secara intravena, tetapi tidak ketika dikonsumsi dalam diet.

Mungkin saja membuat masalah pencernaan. Satu studi hewan menunjukkan bahwa karagenan dapat mendorong pertumbuhan kelenjar seperti polip abnormal pada usus besar, yang dikenal sebagai crypto foci, yang dapat mengarah ke kanker usus. Pemberian 5% karagenan selama 3-5 minggu pada tikus, marmut, kelinci, tupai menunjukkan bahwa karagenan menyebabkan borok usus pada marmut dan kelinci, tapi tidak di spesies lain. Penelitian lain menunjukkan tidak ada tukak usus. Jadi bila dikonsumsi kurang dari 5% akan aman.

Dapat mengarah ke kanker. Karagenan terdegradasi menjadi bahan “kemungkinan” karsinogenik sedangkan tidak terdegradasi tergolong aman. Studi yang menyatakan karagenan tidak terdegradasi dapat menimbulkan percepatan kanker ada pada hewan, belum pada manusia.

Dapat menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin terjadi ketika tubuh tidak bisa menggunakan insulin teratur yang lama kelamaan dapat menyebabkan diabetes. Beberapa penelitian pada hewan telah menemukan bahwa karagenan dapat menyebabkan resistensi insulin dan intoleransi glukosa, terutama ketika dipasangkan dengan diet tinggi lemak. Namun hal ini belum diteliti pada manusia.

Jadi, karagenan ternyata masih aman asalkan dibawah 5% pada pola diet harian kita.

Sumber : care2.com

(ast/bt)

 

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top