Kanker Paru-Paru Tak Hanya Milik Seorang Perokok
Kanker paru-paru selalu identik dengan seorang perokok. Terlebih adanya peringatan bahaya merokok yang dicetak pada kemasan rokok yang berbunyi “Merokok dapat menyebabkan kanker…..”. Namun faktanya tidak sedikit orang yang mengidap kanker paru-paru tetapi bukan seorang perokok.
Sebuah riset yang di rilis oleh dailymail menyebutkan bahwa risiko terkena kanker paru-paru juga meningkat pada mereka yang hobby mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemiks tinggi, yaitu makanan yang cepat diolah oleh tubuh sehingga dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara cepat. Jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti kentang, nasi putih, gula, roti putih, minuman soda dan manis.
Penelitian terbesar yang menyelidiki hubungan antara indeks glikemik dan kanker paru-paru ini di terbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. Ini juga menunjukkan hubungan yang erat antara indeks glikemik dan risiko kanker paru-paru pada kelompok orang yang tidak pernah merokok
Dengan melibatkan 1.905 pasien yang di diagnosa kanker paru-paru dan membandingkan hasilnya dengan 2.413 orang sehat, terlihat adanya risiko yang lebih tinggi terhadap kanker paru-paru pada pasien yang hobby mengkonsumi makanan indeks glikemik tinggi.
Pada pasien yang tidak pernah merokok tetapi mempunyai indeks glikemik tinggi berisiko dua kali lebih besar mengembangkan kanker paru-paru. Sedangkan pada perokok tetapi mempunyai indeks glikemik yang rendah faktor risikonya hanya meningkat sebesar 31%. Jenis makanan dengan indeks glikemik rendah yaitu seperti : kacang-kacangan, buah-buahan (tidak termasuk buah kering), sayuran, biji-bijian utuh seperti havermut.
Dr Stephanie Melkonian, dari University of Texas MD Anderson Cancer Center mengatakan setidaknya tercatat 49 % terjadi peningkatan risiko kanker paru-paru dari subyek dengan indeks glikemik tertinggi harian dibandingkan dengan subyek yang mempunyai indeks glikemik rendah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa menjaga pola hidup sehat dengan menjauhi rokok, alkohol, beraktivitas fisik serta mengurangi konsumi makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi, efektif dalam menurunkan risiko terhadap kanker paru-paru, terang Dr Wu
Sumber : Dailymail
(rsh/bt)