Kadmium Dan Ancaman Penuaan Dini
Kadmium merupakan salah satu logam berat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh selain merkuri dan timbal. Paparan tinggi kadmium dapat merusak DNA dan telomere yang membantu menjaga kromosom. Telomere bertindak sebagai pelindung kode genetic yang pada akhirnya membantu kesehatan tubuh secara umum.
Proses penuaan secara normal juga berhubungan dengan telomere yang semakin berkurang di dalam tubuh. Paparan tinggi kadmium membuat percepatan pembelahan sel sehingga lebih cepat mengembangkan penyakit kronis.
Dalam sebuah studi ditemukan adanya hubungan yang kuat antara paparan tinggi kadmium dengan berkurangnya telomere di dalam tubuh. Tingginya kadmium juga berhubungan dengan penuaan dini pada sel, selain itu kadmium mampu menembus aliran darah dan memicu penyakit ginjal serta masalah kesehatan lainnya.
Untuk membuktikkan studi ini, dilakukan pengujian sampel darah dan urin dari 6.700 orang dewasa selama beberapa tahun. Kadar Telomere dan kadmium dari masing-masing diukur.
Setelah dikelompokkan berdasarkan tingginya kadmium di dalam darah terbentuk 4 kelompok. Dari kelompok yang mempunyai paparan kadmium tertinggi mempunyai telomere 6% lebih kecil dari mereka yang mempunyai paparan kadmium terendah.
Mereka yang mempunyai paparan tinggi kadmium terlihat memiliki sel-sel yang tampak lebih tua 11 tahun dari usia kronologis.
Menurut WHO, kadmium merupakan logam berat beracun yang merupakan ancaman utama bagi kesehatan masyarakat seperti gangguan pernapasan, kanker serta penyakit kardiovaskular. Risiko tinggi umumnya mereka yang menghirup asap rokok, tinggal di dekat lokasi industri dan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran yang tumbuh di tanah yang terkontaminasi.
WHO melaporkan bahwa bahan pangan merupakan sumber kadmium yang utama dari lingkungan. Beberapa tanaman seperti padi dapat terkontaminasi kadmium konsentrasi tinggi jika ditanam di tanah yang tercemar.
Sumber : Natural News
(rsh/bt)