Herbal-Herbal yang Meningkatkan Produksi ASI
Menyusui adalah cara utama untuk melindungi bayi yang baru lahir dari virus. Baik virus yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh maupun virus yang sengaja dimasukkan seperti vaksin. Pada era sebelum vaksin umumnya bayi dan anak yang berusi di bawah 5 tahun terinfeksi rotavirus yang menyebabkan diare. Pemberian vaksin strain rotavirus RV1, RV5 G1, dan 116E (vaksin mencegah diare) umumnya menyebabkan efek samping, yang paling umum seperti nyeri pada perut, mual dan muntah, demam serta diare. Pemberian ASI pada bayi akan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap tiga strain rotavirus vaksin, RV1, RV5 G1, dan 116E. ASI akan memberikan aktivitas IgA dan netralisasi spesifik terhadap ketiga strain virus, sehingga membuktikan keunggulan dalam pengembangan sistem kekebalan tubuh.
Sayangnya produksi ASI dipengaruhi oleh perubahan emosi. Kelelahan, emosional, atau merasa tidak mampu memberi makan bayinya dengan benar dapat membuat menurunkan produksi ASI. Untuk tetap memiliki mental dan emosional yang kuat, seorang ibu baru juga harus melengkapi dengan probiotik. Dengan mendukung microbiome dengan koloni bakteri yang sehat, seperti makanan fermentasi atau probiotik, semuanya bisa berubah menjadi lebih baik. Jika kemampuan ibu untuk menyerap nutrisi meningkat, dapat memungkinkan bakteri baik dalam usus untuk melindungi darah dari racun yang telah masuk ke dalam aliran darah yang memicu ketidakseimbangan kimia di otak.
Jika pasokan ASI mulai menurun, penting bagi ibu untuk proaktif dan meningkatkan tingkat asupan gizi dan air bersih. Melengkapi nutrisi dengan mengkonsumsi chlorella atau spirulina dapat meningkatkan gizi sehingga meningkatkan produksi ASI.
Beberapa herbal lain yang mampu meningkatkan produksi ASI adalah daun jelatang dan alfalfa. Tumbuhan ini dapat dikonsumsi dalam bentuk teh. Satu sampai dua sendok makan ramuan ini bisa diseduh dalam air mendidih selama 20 sampai 30 menit untuk menghasilkan teh yang mengandung vitamin K, A, zat besi dan kalsium. Teh dapat dikonsumsi tiga kali sehari yang juga baik untuk menghilangkan depresi postpartum.
Sumber : Natural News
(rsh/bt)