Gejala Ringan yang Dapat Menyelamatkan Jantung Anda
Penyakit jantung koroner yang juga merupakan penyakit kardiovaskular ini masih saja menjadi penyebab kematian tertinggi diantara Penyakit Tidak Menular (PTM) lainnya. Prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter dari gejala yang ada diperkirakan mencapai sekitar 2.659.340 orang. Penyakit yang seharusnya bisa dicegah ini lebih banyak di derita pada mereka yang berusia <60 th.
Nyeri dada sebelah kiri yang menjalar hingga ke lengan, rasa seperti tertindih beban berat, sesak napas, mual, muntah dan keringat dingin merupakan gejala umum yang muncul dan umumnya berakhir dengan kematian.
Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah jika bisa memperhatikan tanda-tanda ringan yang muncul sebelum serangan terjadi yang bahkan tidak berhubungan dengan organ jantung.
Meski hanya nampak sebagai gejala ringan dan tidak signifikan tetapi gejala ini tidak boleh diabaikan :
-
Disfungsi seksual, umumnya gangguan ini hanya dikaitkan dengan masalah reproduksi, kenyataannya disfungsi seksual merupakan gejala umum adanya gangguan pada arteri. Plak yang menumpuk pada arteri menyebabkan pria sulit mempertahankan ereksi. Sedangkan penurunan libido pada wanita umumnya menandakan kondisi pasca-menopause yang meningkatkan factor risiko terhadap penyakit jantung. Hal ini terjadi karena perubahan tekanan darah dan kolesterol yang umumnya terjadi saat menopause.
-
Mendengkur atau Sleep Apnea, dikaitkan dengan adanya perubahan fisiologis yang meningkatkan risiko kedua terhadap jantung koroner dan stroke. Mendengkur juga berhubungan dengan fibrilasi atrium yang tidak teratur sehingga menyebabkan denyut jantung menjadi lebih cepat yang dapat memperburuk aliran darah.
-
Gusi berdarah atau bengkak disebabkan karena adanya infeksi gusi yang serius sehingga dapat meningkatkan peradangan di seluruh tubuh. Peradangan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung arterosklerosis maupun serangan jantung. Maka itu penting untuk melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
-
Nyeri bahu atau leher, umumnya penderita jantung merasakan yeri pada dada dan perasaan seperti tertindih beban yang berat. Namun banyak juga penderita serangan jantung yang merasakan nyeri pada bahu, leher atau rahang mereka.
-
Bengkak kaki, meski pembengkakan pada kaki disebabkan karena banyak alasan, namun salah satunya dapat menjadi indicator adanya gangguan jantung kongestif. Jika pembengkakan kaki terjadi secara konstan segera periksa ke dokter untukmemelihara kesehatan jantung.
-
Gangguan pencernaan atau heart burn, umumnya memunculkan sensasi seperti rasa panas pada perut bagian atas. Gejala seperti ini bisa juga menandakan adanya serangan jantung. Terlebih jika muncul gejala perut mulas, cegukan, mual, berkeringat dan sesak napas sebaiknya harus segera mendapat pertolongan medis.
(bt)