Fenomena Gunung Es Infeksi Menular Seksual Pada Usia Dini
Perilaku seks bebas pada usia remaja belakangan ini menunjukkan angka yang mengkhawatirkan karena terus meningkat. Seiring dengan itu, penyakit infeksi menular seksual juga ikut meningkat.
5.000 anak usia belasan didiagnosis menderita penyakit infeksi menular seksual tahun lalu, diantaranya bahkan berusia sebelasan tahun dan 87% penderitanya adalah perempuan. Angka ini meningkat dua kali lipat hanya dalam satu decade (tahun 2003 hanya mencapai 2.474).
Diseluruh dunia sebanyak 5.386 anak usia dini mendapat perawatan karena Chlamydia, gonorrhea, herpes dan kondisi lain. Angka yang dirilis oleh mailonline menyebutkan bahwa sebanyak 90 anak usia 12 tahun atau lebih muda didiagnosa IMS (Infeksi Menular Seksual). Ini sepertinya menjadi fenomena gunung es karena masih banya anak-anak yang takut untuk berobat secara benar ke medis.
Ada juga yang tidak menyadari, karena diantaranya tidak menunjukkan gejala sama sekali seperti Chlamydia yang dapat menyebabkan kemandulan. Bahkan selama tiga tahun terakhir tercatat 16.707 anak di bawah usia 16 tahun telah didiagnosa dengan infeksi menular seksual (15 anak didiagnosa IMS/hari). Angka-angka ini diambil dari Public Health England under the Freedom of Information Act.
Menurut para ahli sebagian besar IMS pada anak-anak dibawah usia 13 tahun disebabkan karena adanya pelecehan seksual. Dari 90 anak dibawah usia 13 tahun, 44 anak memiliki Chlamydia, 32 memiliki kutil genital dan sebagian kecil diantaranya yang dirahasiakan memiliki gonore dan herpes.
Dalam tiga tahun terakhir, anak gadis yang menderita IMS mencapai 87%. Secara keseluruhan ada 5.354 anak dibawah usia 16 tahun dirawat karena IMS pada tahun 2011 dan 5.967 pada tahun 2010. Meski jumlahnya menurun, namun para ahli mengatakan adanya kemungkinan mereka enggan untuk berobat.
Apapun alasannya dan tanpa memandang usia, penggunaan kondom masih dinilai aman dalam upaya pencegahan penyebaran IMS.
Sumber : dailymail
(bt)