You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » COENZYME-Q10 Penting Bagi Pasien Gangguan Jantung

COENZYME-Q10 Penting Bagi Pasien Gangguan Jantung

2000px-Animal_mitochondrion_diagram_id.svgKesehatan seseorang dimulai dari tingkat sel dan tubuh kita dibangun oleh 60-100 triliun sel. Mitokondria adalah organel kunci dalam sel yang bertugas memproduksi energi. Coenzyme Q10 adalah koenzim sangat penting dalam mitokondria. Peran utama CoQ10 adalah membantu mitokondria memproduksi energi dalam bentuk ATP (Adenosin triphosphate) dari makanan yang kita makan. Lebih dari 75% energi dalam tubuh kita dihasilkan melalui penggunaan CoQ10.

CoQ10 ditemukan di setiap sel tubuh. Dengan bertambahnya usia, kita kehilangan jumlah CoQ10 di dalam tubuh, terutama di jantung.Pada usia 20 tahun level CoQ10 dalam tubuh kita masih 100% sehingga energi dan fungsi sel masih maksimal. Setelah itu level Co-Q10 mulai menurun di semua organ. Di usia 40 tahun penurunan paling terlihat di organ jantung. Di usia 80 tahun level Co-Q10 dalam tubuh semakin turun terutama jantung. Selain jantung, penurunan dratis juga terjadi pada organ ginjal, paru-paru dan liver. Jadi jantung merupakan organ yang paling rawan bermasalah seiring dengan penurunan kadar CO-Q10.

Riset suplementasi Co-Q10 pada penderita gangguan jantung dan sirkulasi darah menunjukan hasil yang sangat menjanjikan. Berikut beberapa penelitian menunjukkan manfaat CoQ10 bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

  • Kadar CoQ10 lebih rendah pada pasien dengan penyakit jantung berat dan pemberian suplemen Co-Q10 nyata signifikan meningkatkan kadar CoQ10 dalam darah dan jaringan jantung pasien. (Riset Karl di Jepang, 1985).

  • CoQ10 memiliki potensi untuk menurunkan tekanan darah sistolik hingga 17 mm Hg dan diastolik sebesar 10 mm Hg, tanpa efek samping yang signifikan setelah pemakaian 4-12 minggu.

  • LOGO_CO_Q10_CHART_290913050917_ll.jpgRiset di Denmark, pasien gagal jantung stadium lanjut yang diberi suplemen Co-Q10 memiliki resiko kematian sebesar 9%, sedang pasien yang diberikan plasebo adalah 17%. Prof. Mortensen (koordinator riset) menyarankan agar suplemen Co-Q10 dimasukkan sebagai bagian dari terapi standar bagi kelangsungan hidup pasien gagal jantung.

Co-Q10 juga berperan sebagai antioksidan sehingga membantu meredam kerusakan oksidatif yang terjadi di dalam sel.

Sumber : umm.edu, naturalnews.com, thetruthaboutcancer.com

(rsh/ihs)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top