You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Buah Simalakama Kemoterapi

Buah Simalakama Kemoterapi

309BFCC200000578-3418269-Chemo_can_lower_the_levels_of_lymphocytes_a_group_of_white_blood-a-28_1453850585042Salah satu pengobatan yang sering digunakan pada pasien kanker adalah kemoterapi. Saat ini kemoterapi merupakan salah satu cara pengobatan yang terbaik. 30 persen pasien kanker payudara saat ini diobati melalui kemoterapi. Namun, tahukah Anda jika kemoterapi juga memiliki efek samping jika dilakukan dalam jangka panjang? Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa efek pengobatan jangka panjang kemoterapi dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga lebih rentan terhadap virus dan infeksi.

Meski efek samping kemoterapi telah lama diketahui, namun penelitian efek samping pada pengobatan jangka panjang baru dimulai.

Sebuah studi baru menemukan bahwa kemoterapi dapat menurunkan tingkat limfosit sekelompok sel darah putih yang digunakan dalam respon kekebalan tubuh. Selain itu, sel-sel yang memproduksi antibodi tidak bisa bekerja seperti sebelum pra-kemoterapi.

Para ilmuwan dari University of Leeds dan Leeds Teaching Hospitals NHS menyelidiki sistem kekebalan tubuh dari 88 wanita yang menderita kanker payudara. Tingkat limfosit diukur sebelum kemoterapi, serta pada interval antara dua dan sembilan bulan setelah itu.

Peneliti menyimpulkan bahwa semua jenis utama limfosit ‘turun secara signifikan’ setelah kemoterapi. Limfosit T, sel B dan sel pembunuh alami bekerja sama untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri. Namun, para peneliti menemukan bahwa kemoterapi memiliki efek jangka panjang pada sel B yang memproduksi antibodi dan sel T helper yang bertanggung jawab untuk membantu produksi antibodi.

Kedua sel B dan sel T pulih hampir 65 persen dalam enam bulan pertama. Namun, sel-sel tampaknya tidak pulih setelah tambahan tiga bulan. Dan antibodi yang melindungi terhadap tetanus dan pneumococcus yang menyebabkan pneumonia juga berkurang.

Kemoterapi yang dilakukan selama sembilan bulan dapat menurunkan kadar limfosit, sekelompok sel darah putih yang digunakan dalam respon kekebalan tubuh. Namun, sel B dan sel T helper yang bertanggung jawab untuk memproduksi antibodi tidak bisa bekerja seperti pra-kemoterapi.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Breast Cancer Research.

Sumber : Dailymail

(rsh/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top