IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA ID BEYOND Begini Jadinya, Jika Berhenti Minum Alkohol – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Begini Jadinya, Jika Berhenti Minum Alkohol

Begini Jadinya, Jika Berhenti Minum Alkohol

alkoholBanyak orang merasa bersalah ketika sudah terlalu banyak minum alkohol. Konsumsi alkohol terlalu berlebih tidak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan, namun juga perilaku. Ada banyak juga orang berusaha berhenti minum, namun bukan berarti tidak berdampak pada perubahan pola hidup. Ada efek jangka pendek yang bisa dirasakan ketika berhenti banyak konsumsi alkohol.

  1. Tekanan darah berkurang.

Menurut Dr Fiona Sim dari Drink Aware, begitu seseorang berhenti minum, tekanan darah akan cenderung menurun, lalu kembali normal. Namun jika ada obat yang diminum, sebaiknya dikonsultasikan juga pada dokter tentang berhenti alkohol.

  1. Tidur lebih nyenyak

Banyak minum alkohol pada dasarnya tidak membuat mudah tidur, tapi malah susah tidur. Seorang peminum lebih banyak menghabiskan waktu tidurnya pada tahapan REM (Rapid Eyes Movement) sehingga akan lebih lelah di hari esok bangun. Kualitas tidur akan bertambah dan tidak lelah di pagi hari justru ketika mengurangi konsumsi alkohol.

  1. Kulit lebih segar

Banyak minum alkohol menyebabkan kulit dehidrasi/kering. Kulit akan lembab dan cerah jika konsumsi alkohol berkurang.

  1. Berat badan menurun

Alkohol menyumbang kenaikan berat badan dan obesitas yang dapat beresiko mengembangkan penyakit degeneratif misalnya diabetes tipe 2, kanker dan stroke.

  1. Migrain berkurang

Alkohol bisa mendatangkan migrain pada orang sensitif. Berkurang konsumsi alkohol, berkurang pula kejadian migrain.

 

Selain itu, mengurangi konsumsi alkohol bermanfaat juga untuk kesehatan jangka panjang.

  1. Liver lebih sehat

Minum banyak alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan terkait liver seperti fatty liver (perlemakan hati). Dan semakin banyak alkohol dikonsumsi juga semakin besar resiko sirosis (jaringan parut pada liver).

  1. Resiko kanker berkurang

Alkohol telah terbukti dikaitkan dengan tujuh jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker usus dan beberapa kanker umum lainnya.

  1. Sistem kekebalan tubuh meningkat

Minum secara teratur juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh  melawan infeksi. Peminum berat berisiko lebih tinggi terkena penyakit menular.

  1. Jantung lebih sehat

Minum berlebihan jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena alkohol meningkatkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko serangan jantung atau stroke. Minum berlebihan juga melemahkan otot jantung tidak bisa memompa darah secara efisien.

  1. Kehidupan seks lebih baik

Alkohol dapat mengurangi sensitivitas seksual, artinya kurang menikmati seks, dan itu dapat mengganggu kinerja pria, sehingga seks menjadi sulit. Untuk pria dan wanita, alkohol dapat mengurangi kesuburan. Jika keduanya peminum berat, sulit untuk hamil.

Konsumsi alkohol jangka panjang dapat mempengaruhi mood dan cenderung depresi karena kadar serotonin berkurang. Alkohol tidak dapat membantu seseorang jadi rileks ketika stress. Pria dan wanita sebaiknya tidak minum alkohol lebih dari 14 gelas/minggu.

Jika ingin berhenti, ada beberapa cara untuk mengurangi minum alkohol.

  1. Satu sampai tiga hari tidak minum

Dalam satu minggu, libur minum alkohol antara 1 sampai 3 hari. Jika masih, pilih yang rendah alkohol.

  1. Tidak melulu di pub

Berkumpul dengan teman atau bersosialisasi tidak harus minum alkohol.

  1. Berpikir

Ketika ingin minum, berpikir ulang tentang masalah kesehatan.

  1. Minta dukungan

Carilah komunitas yang dapat mendorong membantu mengurangi konsumsi alkohol. Juga minta dukungan dari orang terdekat dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan.

Sumber : patient.info

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top