Asam Lemak Omega-3 Secara Alami Melindungi Jaringan Jantung Setelah Serangan Jantung
Serangan jantung merupakan hal yang ditakuti bagi kebanyakan orang. Serangan yang datang secara tiba-tiba, umumnya berakhir dengan kematian. Serangan jantung juga mencerminkan kesehatan yang tidak baik. Dalam sebuah studi (American College of Cardiology) mengatakan bahwa fungsi anti inflamasi yang terdapat pada asam lemak omega-3 dapat membantu proses perbaikan setelah serangan jantung.
Studi yang dipresentasikan pada ACC’s 64th Annual Scientific Session di San Diego menyebutkan bahwa asam lemak mempunyai kemampuan menurunkan tingkat peradangan dan mencegah gangguang fungsi jantung, menurut penulis senior Raymond W. Kwong, MD, MPH.
Kwong (Director of cardiac magnetic resonance imaging at Brigham and Women’s Hospital in Boston), mengatakan bahwa temuan ini sangat mengesankan bagi mereka yang telah mengalami serangan jantung. “Implikasi dari studi ini bisa menjadi cukup besar,” katanya.
Studi ini melibatkan 374 pasien yang pulih dari serangan jantung dan menerima pengobatan standar. Masing-masing diberikan 4 gram asam lemak omega-3 setiap hari (setara dengan 8 ons salmon). Darah dianalisis beberapa kali selama rentang waktu enam bulan sejak serangan jantung pertama terjadi. Aktivitas jantung dimonitor dengan pencitraan resonansi magnetik jantung. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi asam lemak omega-3 lebih mungkin mengalami perbaikan kesehatan jantung setelah mereka mengalami serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang menerima plasebo. Pasien yang mengosumsi asam lemak omega-3, mempunyai risiko rendah 39% mengalami kerusakan pada fungsi jantung.
“Asam lemak Omega-3 memiliki efek anti-inflamasi dan juga mempromosikan penyembuhan jantung yang lebih baik,” kata Kwong. “Hal ini penting karena agen anti-inflamasi lainnya, termasuk steroid dan OAINS, tidak membuat perbedaan setelah infark miokard.”
Makanan yang kaya asam lemak omega-3 adalah salmon, biji rami dan kenari. Menurut situs Makanan sehat Dunia, makanan ini tidak hanya membantu mengurangi risiko penyakit jantung, tetapi berperan dalam meningkatkan fungsi otak dan mengurangi risiko penyakit peradangan yang terkait.
Sumber : Natural News
(rsh/bt)