Amylin dan Diabetes 1 dan 2
Temuan baru sebuah riset mengungkap bahwa peran residu hormon yang disebut sebagai amylin dapat menyebabkan diabetes tipe 1 dan 2, yang terjadi saat remaja/dewasa. Hasil riset selama 20 tahun ini menunjukkan bahwa baik diabetes tipe 1 dan 2 dapat diperlambat jika diberikan obat yang menghambat pembentukan amylin.
Penelitian dilakukan Universities of Manchester and Auckland yang mendapatkan hasil bahwa kedua bentuk diabetes memiliki mekanisme yang sama. Temuan dipublikasikan dalam the FASEB Journal.
Selain memproduksi insulin, sel-sel di pankreas juga memproduksi hormon lain yang disebut amylin. Insulin dan amylin biasanya bekerja sama untuk mengatur respon tubuh terhadap asupan makanan. Jika insulin dan amylin tidak dapat bekerjasama lagi maka kadar gula dalam darah meningkat mengakibatkan diabetes dan menyebabkan kerusakan pada organ-organ seperti jantung, ginjal, mata dan saraf, terlebih jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.
Namun, sejumlah amylin yang dihasilkan dapat disimpan di sekitar sel-sel pankreas sebagai residu yang pada akhirnya akan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin dan amylin. Konsekuensi dari kematian sel ini adalah diabetes.
Professor Garth Cooper yang memimpin penelitian ini mengatakan mekanisme inilah yang menyebabkan diebtes tipe 2 dan ternyata untuk diabetes tipe 1 juga prosesnya sama. Perbedaannya adalah, pada diabetes tipe 1 dimulai pada usia lebih dini dan berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan diabetes tipe-2. Hal ini disebabkan karena ada pengendapan lebih cepat dari kumpulan amylin di pankreas. Cooper dan kolega berharap ada obat-obatan uji klinis yang dapat mengantisipasi kedua jenis penyakit ini. Uji klinis berikutnya kemungkinan akan dilakukan di Skotlandia atau Inggris.
Sumber : Sciencedaily
(ast.bt)