IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA ID BEYOND BeonCorp Beon Corp ALERGIKAH ANDA TERHADAP MAKANAN ? – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » ALERGIKAH ANDA TERHADAP MAKANAN ?

ALERGIKAH ANDA TERHADAP MAKANAN ?

Berbagai masalah kesehatan bermula muncul dari makanan karena makanan berfungsi sebagai sumber zat gizi untuk kehidupan. Tak heran pakar gizi mengatakan bahwa “Derajat kesehatan anda tergantung dari apa yang anda makan”. Termasuk alergi. Akan tetapi mengertikah anda apakah alergi itu sesungguhnya? Benarkah anda alergi atau hanya reaksi sesaat? Mendengar alergi mungkin kebanyakan orang langsung akan berhati-hati terhadap makanan, padahal jika sikap ini berlebihan justru bisa menyebabkan kekurangan zat gizi tertentu. Padahal reaksi tubuh yang muncul setelah mengkonsumsi makanan, sebetulnya tidak selalu merupakan reaksi alergi. Nah… kalau sudah begini, jadi serba salah.
Setidaknya ada tiga jenis reaksi tubuh ketika mengkonsumsi makanan, yaitu:
Food adaptation (adaptasi terhadap makanan). Reaksi tubuh yang kadang muncul ketika mengkonsumsi makanan “baru” (makanan yang pertama kali dikonsumsi atau dalam waktu yang lama tidak pernah dikonsumsi). Reaksi tubuh bisa menyerupaii gejala-gejala alergi, akan tetapi reaksi ini terjadi karena tubuh melakukan penyesuaian terhadap zat-zat yang masuk, dan akan reda sejalan dengan mekanisme tubuh melakukan penyesuaian secara alami. Secara umum gejala yang muncul ketika mengkonsumsi Supergreen Food bisa masuk kategori ini.
Food Intolerance/Food Sensitivity (sensitif terhadap makanan). Adalah reaksi tubuh terhadap makanan yang sifatnya berulang, tidak mengenakkan, tetapi tidak berhubungan dengan aspek psikologis dan daya tahan tubuh (imunologis). Sebagai contoh adalah laktosa intoleran, reaksi terhadap kafein dan reaksi lainnya
Food Allergy/Food Hypersensitivity (alergi terhadap makanan). Yaitu reaksi fisik terhadap makanan yang dapat berulang, berhubungan dengan daya tahan tubuh (imunologis) yang tidak normal. Sebagai contoh rasa gatal pada orang tertentu ketika mengkonsumsi telur.
Selain ketiga bentuk reaksi diatas, reaksi fisik terhadap makanan dapat juga terjadi karena pengaruh psikologis atau emosi. Sebagai contoh, fisik seseorang dapat bereaksi terhadap suatu makanan karena persepsi awal dimana orang yang bersangkutan percaya bahwa makanan tersebut akan menimbulkan reaksi, maka ketika orang tersebut memakannya, akan terjadi reaksi.
Alergi makanan dialami bagi mereka yang memang mempunyai bakat (intrinsic allergic potency). Alergi dapat juga terjadi karena faktor umur, jenis kelamin, pola makan dan jenis makanan awal yang diberikan ketika masih bayi. Alergi terhadap makanan bisa muncul pada organ-organ pencernaan (mencret, sembelit), pada hidung, telinga dan tenggorokan (hidung tersumbat, beringus, hidung gatal dan lain-lain), kulit (dermatitis, bengkak). Alergi umumnya terjadi pada anak-anak dan sebagian kecil pada orang dewasa. Reaksi tubuh terhadap makanan juga sangat dipengaruhi oleh kondisi daya tahan tubuh. Menjaga daya tahan tubuh tetap prima adalah upaya antisipasi yang penting untuk mengurangi kemungkinan terjadinya reaksi tubuh yang tidak diinginkan terhadap makanan.

About The Author

Number of Entries : 50

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top