You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Selamat Hari Gizi Nasional 2016

Selamat Hari Gizi Nasional 2016

hari-gizinXbidTahun ini tepat pada tanggal 25 Januari 2016, Hari Gizi Nasional diperingati di Indonesia. Tema HGN 2016 adalah “Bersama Membangun Gizi Mewujudkan Bangsa Sehat Berprestasi: Percepatan Perbaikan Gizi 1000 HPK”.

Dengan mengusung tema tersebut, misi yang akan dijalankan yaitu membiasakan masyarakat untuk melakukan sarapan pagi. Sarapan pagi penting bagi tubuh sebagai sumber energi untuk memulai aktivitas. Terlebih bagi anak sekolah, membudayakan sarapan akan berdampak bagi perkembangan tubuh.

Hal ini lebih dikhususkan kepada anak sekolah agar menanamkan budaya sarapan pagi, karena penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Sarapan pagi harus berupa makanan dengan gizi seimbang, baik protein, kalori, mineral, dan karbohidratnya.

Sayangnya, sarapan pagi sering ditinggalkan anak-anak karena harus buru-buru berangkat ke sekolah. Akhirnya jajan di sekolah tidak bisa dihindari yang belum tentu masakannya sebaik makanan di rumah.

Beragamnya pilihan menu membuat anak bebas memilih seperti yang mereka mau. Umumnya yang mereka pilih adalah makanan cepat saji seperti junkfood atau makanan yang nilai gizinya tidak seimbang. Makanan tersebut tinggi kalori namun rendah mineral.

Padahal sudah diketahui bersama bahwasannya makanan tersebut sebagai pemicu munculnya berbagai gangguan penyakit seperti kolestrol, kegemukan, obesitas: yang akhirnya mengundang berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, jantung, ginjal dan lainnya.

Selain sosialisasi menu makanan sehat, juga harus dibuka layanan konsultasi status gizi untuk melihat apakah yang dikonsumsi sehari-hari dampaknya sehat atau tidak. Jangan sampai menimbulkan kegemukan atau obesitas yang memicu penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif bisa dicegah dengan dengan pola makan sehat.

Masalah gizi juga memiliki dampak yang luas, tidak saja terhadap kesakitan, kecacatan, dan kematian, tetapi juga terhadap pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dengan produktifitas optimal. Kualitas anak ditentukan sejak terjadinya konsepsi hingga masa Balita. Kecukupan gizi ibu selama hamil hingga anak berusia di bawah 5 tahun serta pola pengasuhan yang tepat akan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul.

Guna menanggulangi permasalahan gizi di Indonesia, diperlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat dan lintas sektor. Hal ini dilatarbelakangi bahwa permasalahan gizi tidak hanya berhubungan dengan kesehatan saja. Namun, lebih luas daripada itu, masalah gizi dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti ekonomi, sosial, budaya, pola pengasuhan, pendidikan juga lingkungan.

Sumber : depkes.go.id, merdeka.com

(rsh/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top