You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Ini Hasilnya Jika Terlalu Ter-OBSESI Dengan Tubuh Ber-OTOT

Ini Hasilnya Jika Terlalu Ter-OBSESI Dengan Tubuh Ber-OTOT

deadliftTubuh berotot, pinggang ramping dan perut six-pack masih menjadi tren di kalangan masyarakat khususnya kaum adam. Tempat-tempat olahraga kebugaran seperti tempat gym selalu ramai dikunjungi setelah jam pulang kantor. Obsesi membentuk tubuh laki-laki “ideal” menjadi alasan buat mereka untuk rajin berkunjung ke tempat gym.

Nge-gym jika dilakukan dengan baik dan benar tentu akan memperoleh hasil yang positif, tubuh menjadi lebih sehat dan bugar serta berat badan yang ideal.

Namun bagi sebagian orang yang terlalu ter-obsesi dengan latihan yang over justru sebaliknya. Alih-alih ingin mendapatkan tubuh berotot dan perut six-pack dengan latihan extra keras, justru malah menganggu kesehatan.

Istilah baru untuk gangguan kesehatan pada kasus ini disebut “BIGOREXIA” atau istilah formalnya dikenal sebagai dysmorphia otot,adalah sebuah gangguan yang ditandai dengan keinginan untuk tampil berotot.

Dysmorphia otot seperti halnya anorexia, jika pada penderita anorexia selalu menggangap dirinya kegemukan ketika sudah kurus, maka pada dysmorphia otot mereka selalu memikirkan kekurangan bahkan ketika tubuhnya sudah berotot.

Kondisi ini merupakan gangguan kecemasan yang dapat menyebabkan depresi, putus ada bahkan dapat menjadi alasan bagi seseorang untuk melakukan bunuh diri.

Meski BIGOREXIA bisa mempengaruhi pria dan wanita, namun menurut Rob Willson, ketua Badan dismorfik Disorder Foundation Inggris yang dikutip dari dailymail mengatakan bahwa pria yang paling banyak mengalami tekanan untuk tampil berotot dengan perut six-pack.

(bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top