You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Pengaruh Hormon Terhadap Peningkatan Minat Makanan Tinggi Lemak.

Pengaruh Hormon Terhadap Peningkatan Minat Makanan Tinggi Lemak.

Dalam sebuah jamuan mrakusakan, mungkin Anda menemukan seseorang yang kehilangan kendali pada makanan, seolah tidak bisa berhenti makan.

Menurut sebuah penelitian hal tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Sebuah studi menemukan bahwa rendahnya tingkat hormon peptide terkait dengan preferensi terhadap makanan sehingga makanan dijadikan sebagai sebuah kesenangan bukan sebagai penahan lapar.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports, menemukan bahwa ketika glukagon hormon seperti peptida-1 (GLP-1) dikurangi dalam sistem saraf pusat dari tikus laboratorium, menyebabkan mereka makan berlebihan dan mengkonsumsi lebih banyak makanan tinggi lemak.

Namun ketika jumlah hormon meningkat, tikus-tikus ini makan lebih sedikit dan kurang tertarik pada makanan berlemak.

Wakil penulis Vincent Mirabella, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Rutgers, mengatakan: ketika tikus laboratorium mengalami difisiensi GLP-1 menyebabkan adanya perubahan minat terhadap makanan yang cenderung mengalami peningkatan minat terhadap makanan tinggi lemak.

Namun sebaliknya ketika kita meningkatkan GLP-1 sinyal di otak tikus laboratorium mampu memblokir preferensi makanan berlemak tinggi

GLP-1 peptida adalah urutan kecil asam amino yang memiliki berbagai fungsi, termasuk bagaimana tubuh kita mengatur tentang makan. GLP-1 disimpan dan dikeluarkan dari sel usus kecil dan di otak. Studi ini menunjukkan dengan jelas bagaimana GLP-1 yang dirilis di otak memberikan kontribusi dalam regulasi nafsu makan.

Sebuah obat yang meniru hormon GLP-1 yang sudah disetujui oleh Food and Drunrendo.2012.140-f1g Administration ini digunakan untuk meningkatkan toleransi glukosa bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2 dan sekarang sedang digunakan sebagai pengobatan untuk obesitas.

Namun, penggunaan obat injeksi mungkin dapat menyebabkan efek samping yang serius termasuk pankreatitis, penyakit kandung empedu dan masalah ginjal.

Sumber : dailymail

(bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top