You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Wujudkan Indonesia Sehat

Wujudkan Indonesia Sehat

Nutrifood - Hari Kesehatan Nasional 2014Pada setiap tanggal 12 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan terus berupaya untuk mewujudkan Indonesia Sehat dengan pembangunan bidang Kesehatan. Pembangunan bidang kesehatan pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang untuk mewujudkan derajat kesehatan setinggi-tingginya.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan sepertinya menyadari bahwa perjalanan menuju Indonesia Sehat masih butuh waktu sehingga menambah rentang waktunya menjadi tahun 2025, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK)Tahun 2005-2025. Waktu yang cukup lama untuk melakukan perubahan demi terwujudnya Indonesia Sehat dan apakah ini bisa terwujud? hanya waktu yang akan menjawab.

Seperti apakah nantinya apabila Indonesia sampai pada keadaan Indonesia Sehat? masyarakatnya tidak lagi sakit? Lalu, apakah kementerian kesehatan, rumah sakit, puskesmas tidak diperlukan lagi? Tentu tidak seperti itu!. Pengertian dan Kualitas sehat saat ini akan berbeda dengan kualitas sehat pada tahun dimana terwujudnya Indonesia Sehat. Pengertian sehat layaknya pengertian “televisi” dulu televisi warnanya hanya hitam putih, lalu berubah dengan “full colour” dan sekarang ukuran dan bentuk yang slim dengan menggunakan “remote control” untuk mengontrolnya serta beberapa diantaranya dilengkapi dengan fasilitas misalnya pemutar MP3 dan lain-lain tetap kita namakan “televisi”. Demikian halnya dengan pengertian “sehat”. Kualitas sehat tahun ini berbeda dengan tahun 1900 dan juga nanti pada tahun dimana Indonesia sudah sampai pada keadaan Indonesia sehat. Keadaan masa depan masyarakat Indonesia yang ingin dicapai pada saat Indonesia Sehat adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan yang baik dan dengan perilaku hidup sehat, baik jasmani, rohani maupun sosial, dan memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, dan memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Sesuai dengan hakikat pembangunan kesehatan maka partisipasi aktif seluruh masyarakat adalah menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk digalakkan, masyarakat tidak lagi hanya merupakan obyek pembangunan kesehatan tetapi yang lebih penting dan utama adalah masyarakat sebagai subyek atau pelaku pembangunan kesehatan.

dfasfPembangunan kesehatan dalam hal pelayanan kesehatan ibu dan anak diharapkan partisipasi aktif seluruh masyarakat terutama dari ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang mempunyai anak bayi dan balita. Ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak bayi dan balita diharapkan melakukan beberapa hal seperti; selama kehamilannya memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan minimal 4 kali kunjungan dan pada saat bersalin agar dilakukan ditempat pelayanan kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, memberikan imunisasi lengkap umur 0-9 bulan, memantau kesehatan bayi dan balitanya dengan menimbang setiap bulan dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan apabila anaknya mengalami penurunan berat badan, serta aktif dalam Gerakan Sadar Gizi 1000 hari yang dihitung sejak anak masih dalam kandungan 9 bulan 10 hari (280 hari) dan sampai anak berusia 2 tahun (720 hari). Dengan Gerakan Gizi 1000 hari ini diharapkan pada ibu hamil, ibu menyusui dan ibu balita memperhatikan gizi anak-anaknya sehingga nantinya menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas menuju Indonesia Sehat Tahun 2025.

Sumber : dariberbagaisumber

(rsh/pjr)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top