You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Kanker Usus Juga Dipicu Oleh Ketiadaan Hormon

Kanker Usus Juga Dipicu Oleh Ketiadaan Hormon

4739b6c64144f72975550c5e8df1b948_LKanker usus sebagaimana yang banyak ditulis dalam artikel kesehatan bahwa penyebab kanker usus karena adanya pola makan dan pola hidup yang tidak sehat. Konsumsi makanan yang kurang serat, kurang minum, jajanan sembarangan dan membiarkan konstipasi yang berkepanjangan merupakan pemicu terbentuknya kanker usus.

Namun sebuah studi baru menunjukkanbahwakanker usus dapat berkembang ketika sel-selusustidak mampu lagi menghasilkanhormonpenting. Hormon ini berfungsiuntuk menjagakondisi biologis normal usus.

Penelitianini dilakukanoleh tim diThomas Jefferson University di Philadelphia, PA yang di terbitkandalam jurnal Cancer, Epidemiology, Biomarkers & Prevention. SampelKanker Usus Besardiambil dari281pasiendan dibandingkandenganjaringanususnon-kankerdaripasien yang sama.

Para peneliti menemukan bahwa produksi hormon guanylin mengalami penurunan sebesar 100-1000 kali dalam 85% pasien kanker usus besar yang diuji. Guanylinadalah hormon lokal (hanya diusus) yang beraksi pada sel yang sama ditempat yang di produksi. Hormonmengaktifkanreseptor yang disebutGUCY2C, yang penting untukmembantusel-sel kulit ususmengisilapisanusus.

urlSetiap hari kulit usus melakukan regenerasi sebanyak 3 kali/hari. Ketika proses ini berlangsung dan sel tidak mampu mempertahankanpembelahan sel, maka besar kemungkinan pembelahan selmenjaditidak teratursehingga dapat menyebabkan kanker. Bila kadar guanylin rendah, sel-selususmenghasilkanlebih banyak reseptorGUCY2Cuntuk mencoba danmenangkapsinyalguanylin sebanyakmungkin.Namun, karena tidak ada sinyalhormonuntuk menangkap, makareseptortidak dapatmempertahankan fungsikesehatandannormal sel.

Para peneliti juga menemukan bahwapasiendi atas usia50 tahun memproduksi guanylin jauh lebih sedikit dalam selnon-kankermereka daripadapasien yang lebih muda. Ini dapatmenjelaskan mengapaorang tuamempunyai resiko besar terhadap kanker usus. Menurut DrScottWaldman, fakta ini membuktikkan bahwa guanylin memicu pertumbuhantumor.

Meskipun beberapakankerseperti kanker payudaradankanker prostatdipicu karenahormon, namun studi baruini menunjukkan bahwakankerjugadapatdipicu olehketiadaan hormon. Untuk pencegahan kanker usus besar, pasien dapat diberikan terapi penggantian hormonguanylin.

Tim kemudian menguji terapi apa yang layak diterapkan pada tikus yang terkena kanker kolon/usus. Para penelitijuga inginlebih memahamibagaimanaguanylinmemelihara kesehatannormalselusus. Studi dari WashingtonUniversity School ofMedicinedi St Louis, MO, danVanderbiltUniversity Medical CenterdiNashville, TN, menemukan bahwaproteinPLAC8memicuperubahansel-sel normalpada lapisanusus besaryang dapat mengakomodasipenyebarankanker usus besar.

Sumber : medicalnewstoday

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top