You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Brokoli Dapat Membantu Mengurangi Gejala Autis Pada Anak

Brokoli Dapat Membantu Mengurangi Gejala Autis Pada Anak

brokoliMakanan bisa menjadi obat. Ilmu pengetahuan banyak menyelidiki berbagai manfaat kesehatan pada makanan, salah satunya adalah brokoli. Ada senyawa glucosinolate glucoraphanin didalamnya menghasilkan senyawa metabolisme yang disebut sulforaphane yang dapat secara signifikan meningkatkan tekanan darah dan fungsi ginjal dengan menormalisasi proses yang disebut metilasi DNA. Selain itu sulforaphane juga dapat bermanfaat khusus bagi penderita autis dengan meningkatkan kemampuan komunikasi verbal dan menurunkan perilaku berulang-ulang.

Pola makan merupakan sebuah cara untuk memperbaiki gejala autis. Ada 44 anak penderita autis yang berpartisispasi dalam penelitian ini diberikan kapsul sulforaphane sedangkan kontrol diberikan plasebo. Senyawa ini dipilih karena dianggap responsif terhadap respon akibat panas (heat shock) yang merupakan peristiwa biologis yang melindungi sel daristres selama demam, sebab beberapa penderita autis diketahui terjadi peningkatan perilaku repetitif, misalnya, selama demam. Sekitar 80% partisipan mengalami efek demam tersebut. Dalam waktu empat minggu menunjukkan hasil yang positif. Komunikasi meningkat, begitu pula gejala hiper aktif dan mudah tersinggung. Pada akhir studi minggu ke 18, sekitar 50% mereka yang konsumsi sulforaphane mengalami peningkatan kemampuan berinteraksi sosial. Sepertiga mereka yang dirawat tidak memiliki peningkatan khusus. Hal ini mungkin saja terjadi karena kemampuan brokoli untuk mempengaruhi ekspresi gen, menghambat bakteri usus yang merugikan dan meningkatkan detoksifikasi polutan lingkungan yang berbahaya.

Sulforaphane adalah senyawa sulfurorganik yang ditemukan dalam sayuran misalnya brokoli, kubis Brussel, kol, kembang kol, lobak dan arugula, tapi kecambah brokoli sebagai sumber terkaya. Sulforaphane telah terbukti memiliki sifat antimikroba. Hal ini juga membunuh kanker sel induk, memperlambat pertumbuhan tumor. Seperti disebutkan sebelumnya, juga menormalkan metilasi DNA, yang berperan dalam sejumlah penyakit, termasuk hipertensi, fungsi ginjal, kesehatan usus dan kanker.

Hal ini secara luas diketahui bahwa anak-anak autis cenderung menderita masalah gastrointestinal (GI) dan mereka yang mengalami masalah GI terburuk sering memiliki kasus autisme. Dalam satu studi, peneliti menganalisis mikroflorausus 20 anak-anak sehat dan 20 autis dengan menggunakan sampel kotoran dan menemukan perbedaan yang jelas antara kedua kelompok.

Ada teori yang menarik bahwa dengan melakukan diet/pola makan GAPS untuk wanita hamil dapat mengurangi kejadian autistik pada anak yang dilahirkan, dengan cara memperhatikan kesehatan usus. GAPS singkatan Gut And Psikologi Syndrome, dipelopori oleh ahli saraf Dr Natasha Campbell McBride, yang berhasil membalikkan kejadian autisme pada anaknya. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa hampir semua ibu dari anak-anak autisme milikiflora usus yang abnormal. Sedangkan bayi saat lahir mewarisi flora usus dari ibunya.

8394_autisme_bisa_dideteksi_pada_usia_2_bulanPada bayi yang mempunyai flora usus abnormal telah mengganggu sistem kekebalan tubuh sehingga memunculkan reaksi vaksin yang juga sebagai pemicu munculnya gangguan kesehatan kronis. Ini membantu menjelaskan mengapa tidak setiap anak autis yang rentan terhadap vaksin, dan mengapa tingkat autisme terus meningkat. Umumnya anak sekarang dilahirkan dengan tingkat toksisitas tinggi dan flora usus yang rusak sejak awal.

Cara terbaik untuk pencegahan GAPS dengan menghindari semua makanan olahan, gula, antibiotik (termasuk daging CAFO dan sabun antibakteri) dan pil KB sebelum konsepsi seperti ini menyebabkan mikroorganisme dan jamur untuk tumbuh dan juga menyebabkan usus bocor. Hal ini kemudian dapat dilanjutkan dengan menyusui dan menghindari penggunaan antibiotik selama (intrapartum) dan setelah melahirkan. Ini juga ide yang baik untuk memastikan microbiome bayi sehat sebelum mendapatkan vaksinasi.

Sumber : Mercola

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top