You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Hubungan Supermoon dan Kesehatan

Hubungan Supermoon dan Kesehatan

random-wallpapers-super-moon-photos-wallpaper-34610Penampakan supermoon memang selalu dinanti semua orang. Saat dimana bulan menampakan diri secara penuhdan terlihat sangat indah. Dalam satu tahun ini terjadi 3 kali penampakan supermoon, tanggal 12 juli, 10 agustus dan 9 september nanti. Namun dibalik indahnya supermoon, menurut teori psikologi supermoon dapat mempengaruhi kejiwaan yang disebut lunatic. Meski banyak yang membantahnya, namun ada 4 fakta menarik efek bulan yang mungkin dapat mempengaruhi manusia :

  1. Siklus menstruasi. Siklus menstruasi pada wanita usia reproduksi berlangsung sekitar 28 hari, yang mirip dengan panjang fase lunar/bulan (perubahan 29 hari). Tapi ada yang lebih erat berhubungan: Sebuah studi 2011 di jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica melacak siklus menstruasi dari 826 wanita berusia 16 sampai 25 tahun. Hampir 30% wanita mengalami menstruasi seputar waktu full moon. Pengelompokan terbesar berikutnya wanita menstruasi selama fase tertentu bulan hanya 12,5% peserta.

  2. Mempengaruhi jumlah kelahiran. Para peneliti melacak 1.000 kelahiran di rumah sakit swasta di Kyoto, Jepang, di mana para ibu belum diinduksi. Mereka menemukan bahwa lebih banyak bayi lahir pada masa bulan dekat dengan bumi, ketika tarikan gravitasi adalah yang terkuat. Namun, bulan purnama tidak berhubungan dengan efek gravitasi.

  3. insomnia_2Mengacaukan pola tidur. Sebuah penelitian di jurnal Current Biology, para peserta menghabiskan tiga setengah hari di laboratorium tidur di mana mereka tidak bisa melihat jam atau cahaya di luar. Mereka diizinkan untuk tertidur dan bangun seperti biasa. Para peneliti Swiss mengumpulkan data tidur dari 33 orang dan membandingkannya dengan fase bulan. Mereka menemukan bahwa dalam empat hari sebelum dan sesudah bulan purnama, peserta tertidur 5 menit lebih lama. Mereka juga memiliki tingkat hormon melatonin lebih rendah yang mempengaruhi tidur. Ini salah satu dari studi pertama yang menghubungkan antara tidur dan jam siklus bulan dan para peneliti sekarang ingin melacak senilai 30 hari tidur pada individu. Namun penelitian pada subjek lain dicampur dan tidak bisa direplikasi dari masa lalu.

  4. Mempengaruhi hasil operasi. Para peneliti menemukan bahwa pasien yang memiliki operasi jantung darurat yang disebut acute aortic dissection mengalami perbaikan pada saat bulan purnama serta memiliki rawat inap lebih pendek dan mempunyai risiko kecil kematian. Menurut sebuah studi dalam jurnal Interactive Cardiovascular and Thoracic Surgery 2013, pasien yang menjalani operasi mereka selama bulan purnama tinggal di rumah sakit selama 10 hari, 4 hari lebih pendek dari orang-orang yang menjalani operasi mereka selama siklus bulan yang lainnya. Tapi sayangnya, kita tidak dapat menjadwalkan operasi jantung darurat.

Sumber : news health

(ast/bt)

Baca juga :

Screen-shot-2012-05-14-at-9.44.44-AM

Vitamin D Rendah Berhubungan Dengan Penyakit Kardiovaskular

T_Body_Dysmorphic_Header

Empat Cara Mengenali BDD

kunyit

Kunyit Sebagai Anti Depresan

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Comments (1)

Leave a Comment

Scroll to top