Tingginya Kadar Gula Pada Diabetes Dapat Merusak Saraf Pada Mata
Kadar gula darah yang tinggi memang berpotensi menyebabkan diabetes yang umumnya juga diikuti dengan gangguan penyakit lainnya. Kadar gula yang tinggi pada penderita diabetes dapat merusak saraf dan pembuluh darah. Ketika kerusakan terjadi pada pembuluh darah sekitar mata, hal ini dapat menyebabkan kebutaan. Maka itu sangat penting untuk pemeriksaan mata secara rutin.
Manusia dapat melihat sebuah objek ketika cahaya mengenai retina, maka saraf di mata mengirimkan pesan ke otak tentang hal-hal yang dilihat. Ketika glukosa darah menumpuk, pembuluh darah di dalam retina rusak sehingga menyebabkan retinopati diabetes. Yang pada awalnya tidak merasakan perubahan apapun. Namun seiring waktu pembuluh darah mengalami kerusakan dan rapuh akan berkembang di sepanjang dinding pembuluh darah di retina sehingga menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan.
Retinopati dapat terdeteksi selama pemeriksaan mata menyeluruh. Jenis khusus dari angiogram menggunakan pewarna untuk menemukan kebocoran pembuluh darah. Tahap awal pengobatan retinopati diabetes dengan operasi laser yang disebut fotokoagulasi. Operasi laser pada pembuluh darah ini untuk menghentikan kebocoran pembuluh darah yang dapat melebar tetapi operasi ini tidak dapat mengembalikan penglihatan yang hilang. Operasi ini dapat menurunkan risiko kebutaan sebesar 90% jika dikombinasikan dengan perawatan yang intensif.
Tahapan lanjutan dari retinopati diabetes adalah retina terpisah atau banyak kebocoran di pembuluh darah di mata, maka disarankan vitrectomy. Bedah ini menghilangkan jaringan parut, darah dan cairan keruh dari dalam mata. Vitrectomy dapat meningkatkan penglihatan, terutama jika dilakukan sebelum penyakit ini berkembang.
Selain retinopati diabetes, penderita diabetes mempunyai risiko 40% terkena Glaukoma. Glaukoma dapat menyebabkan lingkaran cahaya terang atau cincin di sekitar lampu dan tidak memiliki gejala. Jika glaukoma diobati maka dapat menyebabkan peningkatan tekanan mata yang merusak saraf optik yang mengakibatkan kehilangan penglihatan dan kebutaan. Glaukoma dapat diobati dengan tetes mata bertekanan rendah atau laser atau operasi konvensional.
Selain glaukoma, penderita diabetes mempunyai risiko 60% terkena Katarak. Katarak membuat lensa mata menjadi keruh dan membuat segalanya tampak kabur. Operasi katarak dapat membantu penglihatan tetapi retinopati diabetik bisa lebih buruk setelah operasi katarak.
Sebaiknya penderita pasien segera menemui dokter mata jika mengalami gejala masalah pada mata seperti pandangan kabur selama lebih dari 2 hari, terdapat bayangan, sakit mata, dan adanya tekanan pada mata. Dengan tetap menjaga gula darah, tekanan darah dan kadar kolesterol tetap di bawah kontrol dapat membantu mencegah masalah mata untuk penderita diabetes.
Sumber : Web.MD
(vna/bt)
Baca juga :
Bicarakan dengan anak-anak Anda tentang kanker yang dideritanya