Memaknai Kolesterol Bagi Laki Laki dan Perempuan
Bukan hal yang baru jika kolestrol dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Namun ternyata risiko antara pria dan wanita berbeda, simak artikel berikut ini :
Bagi Pria
Menurut The American Heart Association, resiko serangan jantung justru lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Pria paling beresiko sakit jantung ketika memasuki usia 45 tahun. Tapi penyakit ini bukan berarti tidak melanda usia dibawahnya (jika tidak menjaga pola hidup). Sebaiknya pemeriksaan kadar kolesterol (Total, HDL, LDL, Trigliserida) sudah dimulai sejak usia memasuki 20 tahun ke atas. Studi dari the American Heart Association journal Circulation, tubuh pria yang sudah resistensi (sulit mengatur hormon ) insulin sebagaimana mestinya dapat meningkatkan resiko serangan jantung pada pria di usia muda dibandingkan pada wanita, walau usianya muda dan bertubuh ideal/ramping. Resistensi insulin juga ternyata berhubungan dengan peningkatan kolesterol jahat dan trigliserida.
Bagi wanita
Resiko sakit jantung di wanita usia muda terbilang rendah, tetapi akan tinggi setelah wanita mengalami menopause karena berhubungan dengan rendahnya kadar estrogen yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah. Menurut National Institute of Health, terapi hormon pengganti pada wanita menopause tidak menjamin wanita menopause bebas dari serangan jantung dan bahkan menurut The Amrican Heart Association, terapi ini tidak disarankan untuk perlingdungan jantung.
Pada wanita hamil, kadar kolesterol kadang meningkat, tapi tidak lama. Ini dibutuhkan untuk stabilitas membran sel, produksi empedu, fungsi otak. Dan setelah kehamilan, kadar kolesterol akan turun bertahap.
Kalau begini.. apa yang baiknya dilakukan baik pada pria ataupun wanita untuk menormalkan atau menjaga kadar kolesterol tetap normal?
-
Berhenti merokok. The American Heart association menyatakan bahwa merokok menurunkan kadar HDL/kolesterol baik dalam darah dan menyulitkan dalam membantu olahraga menurunkan kadar kolesterol
-
Jaga berat badan tetap sehat. Jika memiliki obesitas, lakukan program penurunan berat badan menjadi ideal. Penurunan 5-10 persen berat badan dari obesitas menurunkan resiko terkena serangan jantung. -
Olahraga secara teratur, minimal 30menit/hari. Olahraga akan membantu memperbaiki status lemak darah dan juga menurunkan berat badan bagi yang obesitas
-
Batasi konsumsi alkohol. The American Heart Association merekomendasikan bahwa wanita mengkonsumsi tidak lebih dari satu minuman beralkohol per hari dan laki-laki tidak lebih dari dua gelas per hari.
-
Melakukan pola makan untuk jantung sehat. Rajin konsumsi sayuran, buah-buahan, ikan, daging atau unggas rendah lemak, produk susu rendah lemak atau tanpa lemak. Cobalah juga untuk membatasi jumlah sodium/garam dalam makanan dan minuman.
Sumber : everydayhealth