10 Pekerjaan yang Tidak Aman Untuk Penderita Penyakit Paru
Memiliki paru-paru yang sehat pastinya dambaan setiap orang, walau tidak semua orang memilikinya. Dalam keseharian, ada orang yang memang memiliki kelemahan di fungsi paru-paru, tetapi mereka harus bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup. Menurut seorang profesor terkenal dari UCLA, Philip Harber, MD, kontrol pekerjaan juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan paru paru. Sebaiknya menghindari 10 pekerjaan ini jika memang bisa :
-
Pekerja konstruksi. Kebanyakan menghirup debu konstruksi atau saat merenovasi dapat beresiko terkena kanker paru, asma, mesothelioma, asbestos yang bisa menyebabkan jaringan luka dan kaku jaringan pada paru. Jika memang terpaksa bekerja di tempat seperti ini, cobalah untuk menggunakan respirator atau masker.
-
Pekerja pabrik. Rentan terkena debu, bahan kimia, gas berbahaya yang bisa menyebabkan PPOK. Jangan lupa juga minimalisir paparan bahan kimia dengan menggunakan masker
-
Petugas kesehatan. Sarung tangan yang mereka pakai, residu bubuk lateks bisa menjadi penyebab asma berat, selain itu juga bisa menyebabkan alergi kulit. Gunakan sarung tangan lateks bebas sintetik.
-
Pabrik tekstil. Pekerja tekstil rentan terkena sakit Bisinosis atau dikenal dengan penyakit paru-paru coklat. Biasanya terkena pada pekerja yang membuat tekstil handuk, jok, kaus kaki, seprei. Partikel yang dilepaskan dari kain katun atau bahan lainnya bisa terperangkap di paru-paru dan merusak aliran udara di dalamnya. Akan lebih parah jika ditambah dengan merokok. Gunakan masker dan tingkatkan ventilasi di ruang kerja.
-
Bartender. Biasanya kalau sudah minum, suka juga merokok. Mungkin para bartender bisa jadi tidak merokok, tetapi menjadi perokok pasif selama bertahun-tahun. Masalah kesehatan tidak langsung muncul, bisa dalam tahun-tahun mendatang setelahnya.
-
Pembuat roti. Orang yang cenderung dengan asma bisa kambuh ketika bekerja sebagai pembuat roti. Angka perkiraannya sekitar 15% kasus asma pada orang dewasa. Butiran tepung yang berterbangan bisa menyebabkan alergi yang reaksinya bisa sama ketika orang yang rentan asma atau penderita asma terserang alergi karena debu, kutu, kumbang. Gunakan masker dan ventilasi ruangan yang cukup.
-
Industri otomotif. Asma bisa sangat terjadi pada orang dengan industri otomotif terutama bagian penyemprotan body mobil. Cat auto spray misalnya isosianat dan produk poliuretan, dapat mengiritasi kulit, membuat alergi, menyebabkan sesak dada dan kesulitan bernapas parah. Gunakan respirator, sarung tangan, kacamata dan ventilasi udara yang cukup untuk mengurangi resiko.
-
Delivery (supir). Supir truk barang-barang berat, bongkar muat di pelabuhan atau kereta api rentan terkena PPOK. Sebuah studi tahun 2004 menemukan hubungan antara angka kematian kanker paru-paru lebih tinggi di antara pekerja kereta api di AS setelah industri beralih dari batubara ke diesel-listrik pada tahun 1950 an. Gunakan masker untuk meminimalisir efek mesin disel.
-
Pekerja tambang. Pekerja tambang beresiko tinggi terkena PPOK. Ada beberapa jenis debu yang berbahaya, misalnya silika atau kuarsa, yang bisa menyebabkan silikosis, penyakit yang menyebabkan parut pada paru-paru. Penambang batubara beresiko untuk jenis lain dari penyakit paru-jaringan parut disebut pneumokoniosis (paru-paru hitam). Stop rokok jika memang pekerja tambang yang merokok dan gunakan masker penyaring debu.
-
Petugas pemadam kebakaran. Karena menghirup asap dari berbagai bahan kimia partikel yang terbakar. Rata rata petugas melepas maskernya ketika menyaring puing puing bekas terbakar, padahal asapnya masih sangat berbahaya. Paparan bahan beracun dan asbes bisa menjadi masalah. Gunakan alat pelindung dan masker dalam kondisi setiap tahap pemadaman kebakaran.
Sumber : Health
(ast/vna)