You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Kemampuan Kolostrum Dalam Melawan Alergi

Kemampuan Kolostrum Dalam Melawan Alergi

alergiAlergi adalah reaksi autoimun yang meningkat karena tubuh memproduksi terlalu banyak antibodi untuk menetralisir antigen. Sistem kekebalan tubuh keliru mengidentifikasi zat yang tidak berbahaya sebagai sebuah ancaman, lalu melepaskan histamin untuk menyerang zat tersebut. Histamin menghasilkan banyak gejala yang berhubungan dengan alergi.

Jenis pemicu alergi ada banyak, misalnya cuaca, rumput, bulu, dll. Gejala alergi seperti : bersin, asma, sesak nafas, peradangan, gatal, iritasi kulit bahkan syok. Alergi makanan merupakan respon sistem kekebalan tubuh yang sama yang dapat mempengaruhi kulit (misalnya eksim dan gatal-gatal), sistem pernapasan (asma dan produksi lendir), sistem pencernaan (kram, kembung dan gas) atau sistem kardiovaskular. Namun semua tergantung pada individu.

Pada seseorang yang gemar minuman soda, kopi, alkohol atau misalnya minum obat aspirin, antibiotik, pengurang rasa sakit (opiat, dll), pil KB atau kortikosteroid dalam waktu dekat dapat menyebabkan satu kondisi yang disebut dengan Leaky Gut Syndrome (LGS) yang dapat menyebabkan alergi dan beberapa penyakit lainnya.

LGS, juga dikenal sebagai permeabilitas usus, yaitu suatu kondisi di mana lapisan usus melebar. Usus kecil berkembang lebih besar sehingga memungkinkan alergen dan partikel makanan tidak tercerna. Dengan demikian patogen infeksius dengan mudahnya masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah. Bocor usus bisa menyebabkan alergi makanan dan alergi makanan menyebabkan bocor usus, sehingga kompleks dan melingkar. Pelepasan mediator atopik (seperti histamin dan serotonin) dari sel-sel mast bertanggung jawab terhadap peningkatan permeabilitas.

Kolostrum dianggap ideal dalam mengatasi LGS. Kolostrum mencapai usus sementara komponennya masih layak diserap, imunoglobulin dan faktor lainnya dapat menyerang patogen dalam usus dan mencegah dari kerusakan. Faktor pertumbuhan memiliki tindakan anti-inflamasi dan juga membantu memperbaiki sel-sel yang rusak di lapisan , penurunan sel, dan dengan demikian mencegah kebocoran lebih lanjut. Kolostrum mengandung tidak hanya antibodi dan leukosit, tetapi juga banyak zat-zat lain yang dapat mengganggu kolonisasi bakteri jahat dan mencegah penetrasi antigen dalam saluran pencernaan.

Kandungan dalam kolostrum:

  1. Proline-rich polypeptides (PRPs). Dikenal sebagai colostrinin, yang merupakan modulator imun yang kuat. PRPs memiliki kemampuan untuk mengatur aktivitas sistem kekebalan tubuh, mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, melawan organisme penyebab penyakit, seperti bakteri dan virus. PRPs juga membantu menekan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif, seperti alergi dan semua gangguan hiper-imun, sehingga mencegah reaksi terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya.

  2. Imunoglobulin dan Antibodi. Para peneliti dari Royal Children’s Hospital , Melbourne, Australia mengabarkan bahwa kolostrum mengandung antibodi terhadap serbuk sari ryegrass, tungau debu rumah, jamur Aspergillus dan protein gandum. Banyak antibodi lain di dalam kolostrum yang bereaksi silang dengan alergen yang penting bagi manusia, serta antibodi melawan patogen, seperti E. coli, Candida, H. pylori, salmonella dan lain-lain. IgE (immunoglobulin) ditemukan dalam kolostrum yang bertanggung jawab dalam mengatur respon ealergi.

Kolostrum yang baik, sebaiknya pilih yang tidak melalui proses penghilangan lemak dan membran agar tidak mengurangi efektivitas kerjanya. Proses pengolahan bisa mengikuti pola Liposomal Enhanced Delivery (LD) melindungi komponen aktif dan menjadi lebih mudah diserap hingga 1.500%.

Sumber : icnr.org

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top