You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » 8 Cara Menggali dan Mengasah Potensi Anak

8 Cara Menggali dan Mengasah Potensi Anak

1405800636769655357Anak cerdas dan berpotensi sudah pasti menjadi kebanggan keluarga. Tentu untuk mendidik dan mengasah kemapuan anak bukan pekerjaan yang mudah. Namun bukan berarti tidak dapat dipelajari. Beberapa cara berikut ini dapat membantu orang tua dalam menggali dan mengasah kemampuan anak :

  1. Tidur yang cukup. Tidur yang teratur merupakan perangsang perkembangan positif otak. Anak-anak prasekolah dapat tidur sekitar 11 jam/hari, berdasarkan SLEEP 2010 yaitu pertemuan tahunan Associated Professional Sleep Societies (APSS) menyatakan kalau anak cukup tidur tingkat kecerdasannya meningkat. Kurang tidur dapat menganggu perkembangan otak. Menurut Dr Mary Carskadon dari Brown University dan direktur Chronobiology and Sleep Research Bradley Hospital mengatakan, tidur cukup penting untuk anak-anak karena tubuh menggunakan jam tidur untuk menghubungkan sirkuit penting antar otak sehingga membantu dan memperkuat pertumbuhan kecerdasan.

  2. Olahraga atau aktif. Olahraga atau aktif beraktivitas merupakan hal positif bagi perkembangan dan fungsi otaknya misalnya memori, daya pikir, penalaran logis. Olahraga memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak sehingga oksigen dan seluruh zat gizi masuk dengan sempurna. Terlebih lagi, olahraga juga memacu otak untuk menghasilkan protein khusus, brain-derived neurotrophic factor (BDNF),yang mendorong perkembangan sel-sel otak, interkoneksi, dan berkomunikasi untuk belajar.

  3. Hindari makanan olahan. Sebuah studi tentang anak-anak diselatanbarat Inggris telah menemukan bahwa konsumsi makanan olahan di usia muda dapat menurunkan IQ, sementara makanan yang kaya vitamin membuat mereka lebih cerdas. Kate Northstone, seorang penelitidi University of Bristol, mengatakan bahwa makanan bergizi dapat menghasilkan perbedaan skor IQ dari waktu ke waktu. Bahkan setelah disesuaikan untuk faktor misalnya pendidikan ibu dan kelas sosial, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health menemukan bahwa berat diet dalam makanan olahan pada usia tiga dikaitkan dengan IQ yang lebih rendah lima tahun kemudian.

  4. Sering memeluk mereka dengan lembut. Sebuah studidari University of Montreal, Kanada menunjukkan bahwa anak pra sekolah yang mendapatkan pelukan dari orang tua khususnya Ibu tampak lebih cerdas. Studi ini menemukan bahwa kehangatan ibu terhubung ke fungsi otak anak, sehingga ibu yang penuh kasih sayang lebih cenderung memiliki anak-anak yang tampil lebih baik di sekolah. Dr Carol Cooper, seorang penulisdan dokter keluarga yang mengkhususkan diri dalam isu-isu anak dan keluarga menyetujui studi ini. Sebuah pelukan dapat merangsang produksi hormon oksitosin yang memiliki berbagai manfaat, termasuk kemampuan untuk memacu anak belajar ujarnya. Terlebih lagi, scan menunjukkan bahwa oksitosin juga memiliki efek langsung padabagian otak yang integral pengolahan emosional dan pengambilan keputusan, yang merupakan bagian penting dari kecerdasan.

  5. Mendorong keterampilan tulisan tangan. Sebuah studi baru menyatakan kalau tulisan tangan sangat penting untuk perkembangan otak, kecerdasandan kognisi, membantu anak-anak mengasah keterampilan motorik halus mereka da nmenghasilkan ide-ide. Penelitian di Indiana University menemukan bahwa anak-anak yang berlatih menulis dengan tangan memiliki jalur saraf di otak yang lebih tajam.

  6. Sesekali ijinkan main komputer dan video game. Game mengembangkan pemikiran strategis yang membantu otak anak tumbuh. Sebuah studi terbaru yang dilakukan di University of Rochester menemukan bahwa anak yang bermain video game diakui isyarat visual dan belajarnya jauh lebih cepat dari padarekan-rekan mereka yang tidak suka bermain video game. Terlebih lagi, bermain video dan permainan komputer meningkatkan koordinasi antara tangan dan mata, membantu anak-anak untuk memproses lebih cepat dan memahami lebih cepat apa yang mereka lihat di sekitar mereka. Hanya saja, perlu dikontrol lagi waktunya, jangan sampai ketagihan.

  7. ?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Bermain dengan anak. Penelitian terbaru telah menemukan bahwa otak anak lebih cepat berkembang ketika lingkungan rumah khususnya orang tua mendukung dengan cara bermain bersama. Anak-anak prasekolah yang bermain dengan orang tua mereka secara teratur secara akademik lebih tinggi dibandingkan anak yang jarang bermain dengan orang tua mereka.

  8. Membaca bersama anak setiap hari. Membaca bersama anak atau membacakan cerita kepada anak membantu dia agar berani disekolah dan juga meningkatkan nilai baca dan kemampuan berhitungnya. Anak akan memiliki kosakata lebih, kemampuan verbal dan penalaran abstrak lebih.

Sumber : NetDoctor

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top