Kemoterapi Meningkatkan Kerusakan Jantung pada Penderita Diabetes
Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan melawan kanker. Namun, tehnik ini bukan berarti tanpa efek samping. Sebuah studi kecil menemukan bahwa pasien kanker yang juga menderita diabetes mempunyai risiko kerusakan jantung lebih tinggi karena kemoterapi sehingga meningkatkan risiko gagal jantung. Penemuan ini dipresntasikan pada the EuroEcho-Imaging meeting, Leipzig, Jerman.
Penggunaan obat kemoterapi jenis anthracyclines, termasuk di dalamnya doxorubicin (Doxil) dan epirubicin (Ellence). Dr. Ana Catarina Gomes dari the Hospital Garcia de Orta di Portugis melihat bahwa jumlah kematian pada kasus kanker masih kecil. Sedangkan kardiotoksik dianggap menambah beban gagal jantung pada penderita kanker. Menurutnya, sebaiknya yang didahulukan adalah penanganan gagal jantungnya terlebih dahulu.
Studi baru meneliti sekitar 83 pasien dalam program surveilans rumah sakit, termasuk 54 pasien dengan kanker payudara, 20 pasien dengan limfoma dan 9 orang dengan kanker lambung. Rata-rata usia mereka adalah 52 tahun dan 78 % nya adalah wanita. Pasien dengan diabetes menunjukkan lebih banyak tanda kerusakan yang dianggap sebagai tanda peringatan awal terhadap gagal jantung. Tapi studi ini tidak membuktikan bahwa Diabetes berdampak pada meningkatnya kerusakan dari kemoterapi.
Menurut Gomes, pasien kanker harus menjaga dengan ketat faktor risiko kardiovaskular dengan perubahan gaya hidup dan jika perlu, dengan obat-obatan. Pencegahan kardiovaskular seharusnya tidak menunda awal kemoterapi, karena mengobati kanker adalah prioritas pertama. Namun begitu, hasil ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Sumber : health
(ast/bt)