You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Pasien Kanker Harus Jalani Diet Ini

Pasien Kanker Harus Jalani Diet Ini

25-alkaline-diet-fb-2Ketika seseorang didiagnosis suatu penyakit yang mengancam jiwa atau mengubah hidup, maka secara naluriah pasien tahu bahwa mereka perlu membuat perubahan terhadap diet mereka. Dalam halnya penyakit kanker, maka pasien harus menjalankan diet alkali (diet basa).

Diet alkali terdiri dari mengurangi asupan makanan asam sekaligus meningkatkan asupan makanan yang bersifat alkali. Beberapa orang menyarankan memotong makanan asam seluruhnya. Teorinya adalah karena sel-sel kanker cenderung mati dalam lingkungan basa, makan makanan yang bersifat alkali akan membuat tubuh menjadi tidak ramah bagi sel-sel kanker untuk tumbuh dan menyebar.

Kanker dapat terpicu karena peradangan kronis. Peradangan kronis dapat disebabkan oleh infeksi yang tidak kunjung sembuh, reaksi kekebalan tubuh yang abnormal pada jaringan normalatau kondisi seperti obesitas. Seiring waktu peradangan kronis dapat menyebabkan kerusakan DNA dan menyebabkan kanker.

Pola makan barat begitu penuh makanan asam.Berikut ini adalah 7 langkah untuk diet alkali (diet basa) :

  1. Mengkonsumsi sayuran

    Diet asam membuat pH intraseluler lebih asam yang menciptakan lingkungan yang sempurna untuk kanker untuk berkembang dan tumbuh. Diet alkai dapat menyeimbangkan kembali pH intraseluler dan memerangi penyebaran sel kanker. Sayuran Calciferous seperti kale, brokoli dan kubis dapat ditambahkan dalam menu harian. Cobalah untuk tetap mengkonsumsi 2-3 buah per hari untuk menjaga kadar asam rendah.

  2. Memperhatikan asupan protein

    Daging yang dimasak lama dengan suhu tinggi akan membentuk HCA dan PAH yang bersifat mutagenik (menyebabkan perubahan DNA yang dapat meningkatkan resiko kanker). Pilihlah daging yang organik, kacang, lentil, kacang polong, kacang-kacang dan biji-bijian untuk menambah asupan protein harian.

  3. Mengurangi gula

    Metabolisme gula menciptakan asam yang mendukung perkembangan kanker. Lebih baik bagi pasien kanker untuk menghilangkan gula dalam segala bentuknya, bahkan gula “alami” seperti madu dan agave, serta gula putih dan sirup jagung fruktosa tinggi. Hal ini juga mencegah defisiensi magnesium yang terkuras habis dalam proses metabolisme gula berlebih.

  4. Mengurangi gluten

    Pasta, sereal, roti, muffin, kue, kerupuk, kue dan dipanggang lainnya juga harus dikeluarkan dari diet alkali, karena menurunkan pH cairan tubuh dan memicu peradangan. Pilihlah bahan makanan organik dan bebas gluten.

  5. Berhenti minum susu sapi

    Protein kasein, yang sering ditemukan dalam susu bubuk ditambahkan ke yogurt dan keju, menyebabkan peradangan, kerusakan tulang dan menjadi makanan sel-sel kanker. Gantilah susu sapi dengan susu kacang buatan sendiri.

  6. Mengkonsumsi minyak sehat

    Ganti penggunaan minyak-minyak terhidrogenasi (seperti minyak jangung, sunflower, safflower, margarin) kepada minyak-minyak yang diproses dengan teknologi bertekanan dingin (tidak terhidrogenasi) seperti virgin olive oil, minyak kelapa dan alpukat, yang secara alami anti-inflamasi dan membantu transmisi syarat. Gangguan transmisi syarat dapat memicu tercetus dan berkembangnya sel kanker.

  7. Ubah kebiasaan minum

    Ubahlah kebiasaan mengkonsumsi minuman soda, minuman keras dan jus kotakan dengan air putih. Jika ingin merasakan keragaman dalam minuman, buatlah jus sendiri di rumah tanpa gula atau teh hijau.

Mungkin akan terasa sulit pada awalnya untuk membuat perubahan, tapi itu akan menjadi kebiasaan setelah beberapa minggu. Jika Anda suka makan diluar, beralihlah ke restoran vegetarian karena restoran tersebut akan memenuhi kebutuhan basa Anda.

Sumber : Daily Health Post

(vna/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top