You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Ini Dia Penyakit-Penyakit yang Mengiringi Obesitas

Ini Dia Penyakit-Penyakit yang Mengiringi Obesitas

effects-of-childhood-obesity.gifObesitas umunya disebut sebagai kelebihan berat badan. Hampir semua orang di dunia mengalami masalah obesitas ini. Perubahan pola makan dan genetika merupakan faktor yang paling berpeluang menimbulkan obesitas.

Berikut adalah beberapa penyakit yang berhubungan dengan obesitas.

  1. Penyakit Jantung dan Stroke

    Obesitas berpotensi memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol. Kedua kondisi tersebut merupakan faktor terjadinya penyakit jantung atau stroke. Menurunkan berat badan sebesar 5%-10% dapat mengurangi risiko penyakit jantung atau stroke.

  2. Diabetes Tipe 2

    Pada orang dengan diabetes tipe 2 umumnya memiliki kelebihan berat badan atau obesitas. Menurunkan berat badan, diet seimbang, tidur yang cukup dan berolahraga mampu menurunkan resiko diabetes.

  3. Kanker

    Kanker usus besar, payudara (setelah menopause), endometrium (lapisan rahim), ginjal, dan esofagus juga terkait dengan obesitas. Beberapa penelitian juga telah melaporkan hubungan antara obesitas dan kanker kandung empedu, ovarium, dan pankreas.

  4. Penyakit kandung empedu

    Penyakit kandung empedu dan batu empedu lebih sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan.

  5. Osteoarthritis

    Osteoarthritis adalah suatu gangguan sendi umum yang paling sering mempengaruhi lutut, atau pinggul. Obesitas dapat menekan sendi dan dapat membuat kartilago (jaringan bantalan sendi) menipis. Berat badan dapat meningkatkan stres pada lutut, pinggul, dan punggung bawah dan dapat meningkatkan gejala osteoarthritis.

  6. Gout

    Gout adalah penyakit yang mempengaruhi sendi. Hal ini terjadi ketika Anda memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah. Gout lebih sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan.

  7. Sleep Apnea

    Sleep apnea adalah kondisi pernapasan yang terkait dengan kelebihan berat badan. Sleep apnea dapat menyebabkan seseorang mendengkur berat dan berhenti sebentar bernapas saat tidur. Sleep apnea dapat menyebabkan kantuk di siang hari dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sumber : Webmd

(rsh/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top